Connect with us

Berita Terbaru

Empat Pelajar Gilir Anak 14 Tahun di Hotel, DP3AKB Kota Cilegon Lakukan Hal Ini

Published

on

Kepala DP3AKB Kota Cilegon Heni Anita Susila memastikan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap RN, anak perempuan 14 tahun yang digilir empat pelajar. Pendampingan juga akan diberikan kepada pelaku. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Peristiwa memilukan terjadi di Kota Cilegon. Empat pelajar menggilir RN, anak perempuan berusia 14 tahun di sebuah hotel.

Empat pelajar tersebut telah diamankan Satreskrim Polres Cilegon sejak Minggu, 12 Juli 2020.

Merespons peristiwa ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau DP3AKB Kota Cilegon, bakal lakukan pendampingan  dengan cara melakukan trauma healing dan konseling terhadap pelaku dan korban pencabulan yang semuanya di bawah umur.

“Kami tetap mendampingi melakukan trauma healing dan konseling kepada korban, keluarga korban dan orang tua pelaku karena semua masih anak-anak,” kata Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Heni Anita Susila saat dikondirmasi awak media usai menghadiri Hearing Komisi II di DPRD Kota Cilegon, Kamis, 16 Juli 2020.

BACA :  Syekh Nawawi Albantani Diharap Dongkrak Kunjungan Wisata Religi ke Kabupaten Serang

Pendampingan dilakukan sebagai salah satu upaya DP3AKB untuk memberikan jaminan kepada korban dan keluarganya agar tidak merasa trauma akibat peristiwa yang memilukan tersebut. 

“Mereka tertekan itu paling tidak sekali pun itu kenal, tetap kalau dilakukan kekerasan seksual secara ramai-ramai dan bergantian itu kan juga menimbulkan trauma yang luar biasa dan sembuhnya tidak akan cepat pasti lama,” beber Heni. 

Kembali Heni mengatakan, jika melihat latar belakang dari keluarga pelaku bahwa kelurga pelaku diketahui merupakan keluarga yang harmonis dan jarang terjadi persoalan di lingkungan keluarga.  

“Kalau meilhat latar belakang pelaku keluarga yang harmonis keluarga baik-baik saja dan bukan faktor ekonomi. Selain itu mereka orang mampu mungkin ini adanya kesalahan pada pola asuh di keluarga harus ada pengawasan ketat dari orang tua,” imbuhnya. 

BACA :  Pria yang Tewas Mengapung di Bawah Jembatan Taman Villa Bandara Diduga Alami Gangguan Jiwa

Sementara di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dindik Kota Cilegon, Suhendi menegaskan pihaknya bakal menjamin korban tidak diberikan hukuman. 

“Kita juga tetap akan menjamin korban itu tetap bersekolah artinya tidak ada sanksi apa-apa. Kasihan udah koban masa ada sanksi lagi. kita akan menjamin kelanjutan belajar tinggal nanti pilihan anak dan keluarga tapi saya akan koordinasi pihak sekolah untuk tetap menerima si anak,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler