Connect with us

Berita Utama

Mampirlah ke Leuwi Bumi! Anda Akan Dapatkan Kenikmatan Berwisata Alam yang Sejati

Published

on

Sejumlah wisatawan tampak menikmati kesejukan di objek wisata Leuwi Bumi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Hutan belantara yang gelap gulita Kampung Turalak, Desa Ramea, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, kini berubah jadi memesona.

Jika pagi, cahaya matahari tampak menyebar menerobos celah pada rimbun dedaunan. Kemudian cahaya berpendar di atas aliran air sungai jernih yang meliuk-liuk di antara bongkahan batu.

Air kemudian tumpah di air terjun setinggi 2-3 meter. Suaranya ritmik menghipnotis. Seketika penat sirna dari kepala.

Dari atas jembatan bambu atau dari ujung bongkahan batu yang menjulang, beberapa orang nampak bergantian melompat ke atas sungai yang airnya tenang. Byurrr… Mereka pun tertawa riang dan terus mengulang aksinya.

Potensi yang Digali

Para wisatawan bergantian bersiap melompat dari atas jembatan ke sungai di objek wisata Leuwi Bumi. (BantenHits.com/Engkos Kosasih)

Leuwi Bumi bisa menjadi destinasi favorit seperti saat ini berkat tangan terampil Hari Suharsa (51), salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Banten.

BACA :  Butuh Kerja Sama Semua Pihak Memajukan Sektor Wisata di Kota Serang

Semula, Hari tak pernah menyangka jika tempat yang dikelolanya bakal ramai dikunjungi wisatawan.

Hari menceritakan, sebelum tempat itu dikelola olehnya, wisata yang disebut Leuwi Bumi ini merupakan hutan belantara yang sangat menyeramkan karena banyak pepohonan raksasa yang menutupi aliran sungai Leuwi Bumi yang berada di pelosok perbatasan antara Kabupaten Pandeglang dan Serang.

Namun, berkat keuletan dan semangat yang Hari miliki, wilayah yang tadinya tak cukup dikenal di kalangan masyarakat luas kini menjadi populer.

“Dengan sumber daya yang relatif terbatas, kami dengan tim beserta warga, alhamdulilah bisa membuka secara pelan-pelan, yang tadinya cukup gelap gulita menjadi cukup menarik. Merintisnya itu baru dua tahun,” kata Hari di Leuwi Bumi, Sabtu, 18 Juli 2020.

BACA :  Ingin Berlibur ke Pantai di Banten? Ini Tips dari Balawista Agar Liburan Anda Tetap Aman dan Nyaman

Hari mengatakan, sungai Leuwi Bumi ini di konsep menjadi agro ekowisata yang di dalamnya benar-benar melibatkan para penduduk lokal. Konsep itu sejalan dengan kebiasaan masyarakat Turalak, yakni bertani.

“Konsep kami berisfat agro ekowisata yang di dalamnya masyarakat harus benar-benar terlibat. Walaupun mereka dengan latar belakang pertanian, tapi justru industri pertanian itu bisa membackup industri pariwisata,” jelasnya.

Hari meyakini dengan sumber daya yang dimiliki masyarakat sekitar dapat menumbuhkan ekonomi bernilai tinggi.

“Jadi pelan-pelan kita mengenalkan pariwisata ini menjadi penghidupan yang baru tanpa melepaskan kebiasaan atau mata pencaharian dalam bertani,” ungkapnya.

Kini wisata Leuwi Bumi menjadi salah satu wisata populer yang ada di Kabupaten Pandeglang. Dengan berbagai fasilitas yang disuguhkan untuk pengunjung mulai dari camping ground, outbond, river tubing, bodies jumping serta fasilitas lainnya.

BACA :  Tiba-tiba Gubernur Banten Pengen Ikutan Jakarta Tetapkan PSBB, Pedoman Permenkes Sudah Terpenuhi?

“Alhamdulilah fasilitas sudah sedikit-sedikit mulai ada. Harga masuknya Rp10 ribu dan parkir 3 Ribu,” jelasnya.

Sempat Tutup Gara-gara Corona

Objek wisata Leuwi Bumi dikelilingi area pertanian warga. Membuat suasana di Leuwi Bumi menjadi terasa lebih asri.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Usaha yang dibangun Hari sejak 2018 lalu, tak berjalan mulus. Soalnya, pada 2020 tepatnya pada Maret ia terpaksa menutup wisata Leuwi Bumi demi mencegah penularan Covid-19.

Namun sejak awal Juli 2020, setelah terbitnya surat edaran pembukaan wisata, Hari mulai memberanikan diri untuk membuka tempat tersebut dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pria yang memiliki basic pengetahuan di bidang kesehatan ini mengaku bersyukur setelah Leuwi Bumi dibuka kembali langsung dipenuhi oleh para pengunjung.

“Saya sebagai abdi negara mengerti betul kalau pandemi sangat berbahaya. Oleh karena itu penerapan Protokol Kesehatan menjadi sarat mutlak bagi kami untuk diterapkan ke pengunjung,” tutupnya.

Sementara seorang pengunjung, Atiah mengatakan, wisata Leuwi Bumi masih sangat asri. Kebersihan lokasi sekitar pun masih sangat terjaga sehingga sangat cocok untuk liburan.

“Leuwi Bumi ini masih sangat asri, sejuk. Cocok untuk liburan,” katanya.

Nah, tunggu apalagi? Ayo buruan berkunjung ke Leuwi Bumi!

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Roman

    19/07/2020 at 17:05

    Leuwi bumi bagus alam dan view atau pemandangan bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler