Connect with us

Berita Utama

Senjata Polisi di Tangerang Dirampas Gerombolan Pemuda di Area Parkir Alfamart Jalan Raya Rajeg

Published

on

Senjata Polisi di Tangerang dirampas gerombolan pemuda diduga mabuk di parkiran Alfamart Jalan Raya Rajeg. FOTO ILUSTRASI: Massa memukuli pembunuh guru ngaji di Jayanti, Kabupaten Tangerang. Amuk massa pecah saat pelaku hendak dibawa petugas ke Kantor Polsek Cisoka. (Istimewa)

Tangerang – Gerombolan pemuda diduga tengah mabuk mengeroyok Bripda Yunus, anggota Kepolisian Polsek Rajeg, Polres Kota Tangerang, Minggu pagi, 19 Juli 2020, sekitar jam 03.00 WIB.

Korban menderita sejumlah luka akibat pengeroyokan tersebut. Tak hanya memukuli, para pelaku merampas senjata api jenis V2 Sabhara milik korban.

Dikutip BantenHits.com dari Merdeka.com, Kapolsek Rajeg, Iptu Ferdo membenarkan kejadian tersebut.

Diterangkan Ferdo, kejadian tersebut bermula saat anggota Polsek Rajeg tersebut sedang melaksanakan observasi wilayah di Desa Tanjakan, kemudian melihat anak-anak muda yang sedang berkumpul diduga dalam keadaan mabuk.

BACA :  Rapid Test Drive Thru Digelar 16-18 Juni 2020 di Perumahan Bonakarta Cilegon, Ini Jadwalnya

“Saat itu, anggota kami sedang observasi wilayah sendirian. Kemudian melihat sekumpulan anak muda nongkrong-nongkrong, diduga dalam keadaan mabuk. Oleh anggota kami, coba dibubarkan tapi malah menyerang anggota kami,” katanya.

Kemudian kelompok pemuda tersebut, berusaha menarik senjata api yang dibawa Yunus, sehingga korban mempertahankan dan sempat mencopot magazen dalam pistolnya.

Namun salah satu pelaku memukul bagian rahang korban, sehingga korban hilang keseimbangan selanjutnya pelaku berhasil membawa senjata V2 Sabhara tanpa magazen yang dibawa korban.

“Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian mulut, leher dan lutut luka,” jelas dia.

Diterangkan Ferdo, berdasarkan hasil penyelidikan Polisi unit Reskrim dan Intel Polsek Rajeg, bahwa senjata V2 dengan No. AC. F 009455 sudah ditemukan di bilik rumah warga.

BACA :  Korban Gagal Kebal Tak Mau Tuntut Gurunya

“Untuk senjata api anggota kami yang sempat dibawa sudah ditemukan di rumah milik warga, kurang lebih sekitar 20 meter dari TKP. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler