Connect with us

Berita Terbaru

Kurban di Tengah Pandemi Corona, Tukang Jagal di Cilegon Wajib Pakai APD saat Pemotongan Hewan

Published

on

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat memberikan arahan dalam sosialisasi prosedur pemotongan hewan kurban di tengah Covid-19, Rabu, 22 Juli 2020. (BantenHits.

Cilegon- Polres Cilegon meminta agar tukang jagal di Kota Cilegon untuk mengenakan alat pelindung diri (APD) saat memotong hewan kurban. Mengingat saat ini Virus Corona tengah menjadi pandemic global.

“Penjagal atau pemotong hewan qurban dalam hal ini yang harus di lengkapi alat pelingung diri seperti sarung tangan, masker face shield agar tetap memperhatikan protokol kesehatan,”kata Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana dalam acara sosialisasi prosedur pemotongan hewan qurban di tengah Covid-19, Rabu, 22 Juli 2020.

Yudhis mengaku sengaja menyelenggarakan sosialisasi mekanisme pemotongan hewan kurban di tengah pandemi Corona agar penyebarannya dapat di minimalisir.

BACA :  PDIP Minta Komitmen Calon Kepala Daerah Menangkan Pilpres 2019

“Sosialisasi ini bertujuan untuk kesepemahaman dalam menginisiasi bahwa di Kota Cilegon sudah mengambil langkah-langkah Adaptasi kebiasaan baru (AKB) salah satunya penerapan protokol kesehatan dalam pemotongan hewan qurban dengan mengundang, DKPP Kemenag Dinkes dan gugus tugas untuk memberikan sosialisasi kepada DKM,”jelasnya.

Yudhis juga meminta masyarkat untuk tidak melakukan pencemaran limbah hasil pemotongan hewan. Selain itu dalam pendistribusian daging kurban panitia pemotongan hewan qurban diminta akan memberikan daging qurban kepada masyarakat dengan sistem door to door. 

“Pembuangan juga harus disediakan untuk membuang limbah hewan qurban untuk tidak mencemari lingkungan yang lain. Selain itu untuk pendistribusian daging qurban juga harus menerapkan pysical distancing karena akan banyak masyarakat berkumpul yang akan menerima dating tentunya bisa di buat konsep door to door,”tandasnya.

BACA :  Puan Maharani Kunjungi Mathla'ul Anwar, Safari Sebagai Cawapres Jokowi?

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler