Connect with us

Berita Utama

Aksi-aksi Nekat Pelaku Kejahatan di Tangerang; Senjata Polisi Dirampas, Barang di Mapolres Bandara Soetta Dikuras

Published

on

ILUSTRASI PEMBUNUH SANTRI PONPES BANI UTSMAN

FOTO ILUSTRASI Kejahatan di Tangerang: Dok. BantenHits.com.

Tangerang – Dua peristiwa kejahatan di Tangerang, Banten terjadi dengan institusi Polri sebagai korbannya terjadi dalam kurun Juni-Juli 2020.

Kejadian pertama adalah peristiwa nahas yang dialami Bripda Yunus, anggota Kepolisian Polsek Rajeg, Polres Kota Tangerang, Minggu pagi, 19 Juli 2020, sekitar jam 03.00 WIB.

Bripda Yunus yang pagi itu tengah patroli, menderita sejumlah luka akibat dikeroyok gerombolan pemuda di parkiran Alfamart Jalan Raya Rajeg. Tak hanya memukuli korban, para pelaku merampas senjata api jenis V2 Sabhara milik korban.

Dikutip BantenHits.com dari Merdeka.com, Kapolsek Rajeg Iptu Ferdo memastikan, berdasarkan hasil penyelidikan Polisi unit Reskrim dan Intel Polsek Rajeg, senjata V2 dengan No. AC. F 009455 yang dirampas sudah ditemukan di bilik rumah warga.

BACA :  Pelayanan Publik di Kota Tangerang, Kemenpan RB: Cukup Baik

Kejadian kedua adalah peristiwa pencurian yang terjadi di gedung baru Kantor Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang.

Dikutip BantenHits.com dari CNNIndonesia.com, komplotan pencuri beraksi di Kantor Polres Soetta pada 29 Juni 2020.

Dalam aksinya, komplotan pencuri itu berhasil menggondol 12 keran air dan dua shower senilai Rp20 juta.

Terkait aksi pencurian ini jajaran Satreskrim Polres Bandara Soetta menangkap enam tersangka yakni N, RJ, M, R, S alias Meyeng, dan Y. Polisi juga masih memburu dua buronan lainnya.

“Kita masih memburu dua orang DPO lain yakni berinisial G dan A,” kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta Kompol A. Alexander Yurikh, Rabu, 22 Juli 2020.

BACA :  Gubernur Banten Ingin Warga Penambang Emas Liar di Lebak Dihukum, Ombudsman Sarankan Oknum di Balik Penambangan yang Ditangkap

Dijelaskan Yurikho, penangkapan ini bermula saat pihaknya menerima laporan dari supervisor kontraktor yang menangani proyek tersebut tentang hilangnya sejumlah keran dan shower.

Dari laporan itu, polisi lantas melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Yurikho menuturkan dari hasil penyelidikan itu, pihaknya berhasil meringkus enam tersangka di tiga lokasi berbeda.

Dalam menjalankan aksinya, para tersangka diketahui berbagi peran. Tersangka N diketahui berperan sebagai inisiator. Dia juga merupakan eksekutor dan menyewa sebuah kendaraan yang digunakan saat aksi pencurian.

“Tersangka N ini bekerja sebagai tukang bakso. Dia merupakan inisiator dari pencurian yang dilakukan oleh para tersangka,” ucap Yurikho.

Kemudian, tersangka RJ berperan sebagai eksekutor sekaligus memantau sekitar TKP. Lalu tersangka M berperan membuat pelat nomor palsu dan memantau keadaan TKP.

BACA :  H-7 Puasa, Satpol PP Kota Serang Keluarkan Surat Larangan Rumah Makan Buka Siang Hari

Selanjutnya, tersangka R berperan sebagai sopir sekaligus memantau keadaan lokasi. Tersangka S juga berperan memantau keadaan di sekitar lokasi, dan terakhir tersangka Y berperan sebagai penadah.

Kata Yurikho, barang hasil curian itu lalu dijual oleh para tersangka dan mendapatkan uang sekitar Rp7,6 juta. Uang itu dibagi ke setiap tersangka sebesar Rp1 juta untuk digunakan modal pulang kampung.

Yurikho mengungkapkan dari keterangan tersangka, mereka mengaku tidak tahu bahwa lokasi pencurian itu merupakan proyek pembangunan kantor polisi.

“Para tersangka sudah diamankan dan baru sadar bahwa TKP pencurian adalah kantor polisi,” tuturnya.

Atas perbuatannya, keenam tersangka dijerat Pasal 363 KUHP terkait pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman pidana tujuh tahun penjara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler