Connect with us

Berita Utama

Mantan Sekretaris Kemenristek Minta Pemerintah Hati-hati Uji Klinis Vaksin Anti-corona dari China, Ada Apa?

Published

on

Pemerintah diminta hati-hati uji klinis vaksin Anti-corona dari China. Foto Ilustrasi: Evakuasi WNA Thailand yang terjebak Pandemi Corona di Indonesia menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap. (Dok Lion Air)

Jakarta – Wakil rakyat di Senayan asal Banten yang juga mantan sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi era SBY, Mulyanto, menanggapi rencana Pemerintah Indonesia mendatangkan vaksin anti-corona dari China yang tengah mendapat tanggapan luas dari masyarakat.

Seperti diketahui akhir-akhir ini di media sosial marak disuarakan kekhawatiran atas keamanan vaksin yang akan diuji klinis awal Agustus 2020 ini.

Anggota Komisi VII DPR RI dari FPKS ini meminta Pemerintah berhati-hati melakukan berbagai tahapan uji klinis ini. Selain itu Pemerintah harus dapat meyakinkan masyarakat bahwa uji klinis vaksin ini aman.

BACA :  Heboh! Bayi Perempuan Ditemukan Tergeletak di Perkebunan Pagelaran Pandeglang; Dikerumuni Belatung dan Penuh Luka

“Pemerintah harus mengawasi dengan serius uji klinis vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan Sinovac Biotech asal China, yang bekerja sama dengan BUMN Bio Farma. Harus dipelototi betul proses uji klinis vaksin ini,” tegas Mulyanto melalui keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini menganggap wajar jika masyarakat khawatir atas keamanan vaksin Covid 19 ini. Sebab masyarakat di negara tempat vaksin ini diproduksi saja mendapat penolakan.

Kekhawatiran tersebut, kata Mulyanto, bisa jadi muncul karena Pemerintah kurang memberikan informasi yang tepat seputar vaksin yang akan diproduksi massal itu. Pada saat yang sama beredar berita kurang baik mengenai vaksin “made in China” tersebut. Tak heran jika kemudian masyarakat khawatir bahkan takut untuk terlibat dalam proses uji klinis tersebut.

BACA :  Tolak Ojek Online, Puluhan Opang Datangi Kantor Wali Kota Cilegon

“Meskipun kita sangat membutuhkan vaksin Corona tersebut, tetap saja kita perlu menerapkan azas kehati-hatian. Tetap harus proporsional, profesional dan rasional-obyektif,” ujarnya.

Mulyanto menambahkan Pemerintah wajib mengawasi secara ketat proses uji klinis ini secara objektif. Pemerintah harus menjamin bahwa uji klinis ini dilaksanakan oleh ahli yang berkompeten dan memiliki reputasi baik,berjalan secara transparans, akuntabel, sesuai dengan kaidah scientific dan efektif.  

“Jangan ada tipu-tipu ilmiah. Jangan sampai karena tekanan bisnis, obyektivitas riset dimanipulasi.

Jangan sampai relawan yang menjadi obyek uji klinis ini sekedar menjadi “kelinci percobaan” bisnis vaksin yg tidak jelas perlindungannya,” kata Mulyanto.

Mulyanto juga minta Pemerintah lebih serius mendorong produksi vaksin Merah Putih yang tengah dikembangkan konsorsium LBM Eijkman dengan lembaga litbang nasional lainnya. Tujuannya agar Indonesia tidak tergantung pada vaksin impor dan menjadi pasar bisnis vaksin.

BACA :  Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten Minta Pemerintah Prioritaskan Honorer

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler