Connect with us

Berita Utama

Lika-liku Partai Gerindra di Banten; Jadi Pemenang Pemilu 2019, Eh di Pilkada 2020 Elitnya Pecah sampai Buka-bukaan soal Utang

Published

on

Graha Mahesa Kantor DPD Gerindra Banten. (Dok.BantenHits.com)

Cilegon – Empat wilayah di Provinsi Banten yakni Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menggelar Pilkada serentak 2020 ini.

Dari empat wilayah tersebut, partai besutan Prabowo Subianto sebagai partai pemenang Pemilu 2019 di Banten, baru resmi memberikan rekomendasi untuk tiga wilayah, yakni Kabupaten Serang dengan mengusung pasangan Nasrul Ulum – Eki Baehaki, kemudian di Kota Cilegon dengan mengusung Ratu Ati Marliati – Sokhidin, dan teranyar di Tangsel Prabowo Subianto sudah mengumumkan pasangan Muhammad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Tarik Ulur di Pandeglang

Calon bupati petahana pada Pilkada Pandeglang 2020, Irna Narulita berfoto dengan Ketua Gerindra Banten Desmond J. Mahesa dan sejumlah pengurus Gerindra Pandeglang di Pendopo Bupati Pandeglang, Sabtu, 25 Juli 2020.(Istimewa)

Khusus untuk Kabupaten Pandeglang, hingga saat ini Partai Gerindra masih belum mengumumkan sikap resminya

Pada beberapa kesempatan elit Partai Gerindra di Banten mengaku tak memiliki kecocokan dengan pasangan petahana, Irna Narulita – Tanto Warsono Arban.

Pengalaman pada Pilpres 2019 di mana helikopter Prabowo Subianto ditolak mendarat di Pandeglang oleh Irna Narulita yang saat itu mendukung Joko Widodo, menjadi salah satu alasan kekecewaan Gerindra kepada Petahana.

Meski kecewa, nyatanya komunikasi antara petahana dengan elit Gerindra nyatanya masih terjalin baik. Belakangan, Sabtu, 25 Juli 2020, Ketua DPD Gerindra Banten, Desmond Junaidi Mahesa bersama sejumlah pengurus DPC Gerindra Pandeglang berkunjung ke Pendopo Bupati Pandeglang.

Rombongan Gerindra ini diterima langsung calon bupati Pandeglang petahana, Irna Narulita. Mereka juga menyempatkan berfoto bersama.

Irna mengaku, kalau kunjungan partai besutan Prabowo Subianto itu hanya sebatas silaturahim dan tak membahas kaitan dengan dukungan kepadanya untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Itukan silaturahmi urusannya yang lain, bukan soal dukung-mendukung. Sejatinya saya dengan Gerindra memang begitu, silaturahmi memang harus kita jalin terus,” kata Irna, Senin, 27 Juli 2020.

Pernyataan Irna diamini Ketua DPC Partai Gerindra Pandeglang, Syahrudin.

“Ya memang cuma silaturahmi saja. Nama bu Irna memang kita ajukan ke DPP Gerindra, karenakan beliau mendaftar, keputusannya gimana DPP aja, kita masih menunggu,” ujarnya.

Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J. Mahesa dan Sekretaris DPD Gerindra Banten, Andra Soni bersama jajaran pengurus usai pembekalan kader Gerindra. (Dok. BantenHits.com)

Pernyataan Syahrudin jelas bertolak belakang dengan pernyataan Desmond dan Sekretaris DPD Gerindra Banten, Andra Soni saat dimintai tanggapan wartawan seusai memberikan pengarahan kepada seluruh kader Partai Gerindra di Gedung Mahesa, Kantor DPD Gerindra Banten, Selasa petang, 14 Juli 2020.

“Sampai hari ini di Pandeglang ada dua orang yang masih meyakinkan (Partai Gerindra). Kami masih teliti apakah kami akan dukung atau tidak. (Dua orang itu) Toni dan Mulyadi,” kata Desmond saat itu.

“Kami kalau bisa ke Poros Perubahan. Kami konsisten. (Sikap Gerindra sama) kaya di Kabupaten Serang. Dulu partai-partai ngomong perubahan, sekarang sudah masuk sana (petahana semua). Kami bertahan saja,” tegas pria aktivis tulen ini.

BACA :  Ternyata Penangkapan John Kei Dipimpin Mantan Kapolres Pandeglang Tubagus Ade Hidayat

Senada, Sekretaris DPD Gerindra Banten, Andra Soni memastikan Gerindra hanya menggodok nama Toni Fathoni Mukson dan Mulyadi.

“Saat ini ada dua yang serius berkomunikasi sama kita. Pertama Toni Fathoni Mukson. Dan beliau bawa partai sehingga kalau Pak Toni gabung Gerindra cukup. Dan Alhamdulillah beliau juga sudah deklarasi maju tanpa menyebutkan pasangan bersama-sama dengan PPP. Terkait wakilnya kita serahkan ke mereka,” jelas Andra.

Sejauh ini di Pandeglang hanya tersisa Partai Gerindra, PKB, PPP, dan PBB di luar koalisi petahana. Gerindra sejauh ini sudah menutup diri untuk petahana, sementara PKB dan PPP sudah deklarasi koalisi anti-petahana. 

Jika partai-partai di luar petahana bisa berkoalisi pada Pilkada Pandeglang 2020, maka pasangan petahana di Kabupaten Pandeglang, Irna Narulita-Tanto Warsono Arban yang sudah ‘memborong’ partai tidak akan menghadapi kotak kosong.

Irna adalah istri mantan Bupati Pandeglang dua periode Dimyati Natakusuma. Sementara Tanto Warsono Arban adalah menantu mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang kini tengah dibui karena korupsi

‘Bajak’ Kader Golkar di Serang

Pasangan Nasrul Ulum – Eki Baehaki yang diusung Partai Gerindra di Pilkada Kabupaten Serang 2020.(istimewa)

Partai Gerindra resmi mengusung pasangan Nasrul Ulum – Eki Baihaki sebagai calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Kabupaten Serang 2020.

Surat rekomendasi untuk Nasrul Ulum dan Eki Baihaki diterbitkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dan ditandatangani Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.

Dalam surat bernomor 06-771/Rekom/DPP-Gerindra/2020 tertanggal 16 Juni 2020 disebutkan, keputusan mengusung pasangan itu berdasarkan hasil badan seleksi calon kepala daerah.

Menariknya, Nasrul Ulum saat ini merupakan anggota DPRD Kabupaten Serang dari Partai Golkar. Praktis, dalam Pilkada Kabupaten Serang 2020, dia akan berhadapan dengan bupati Serang petahana Ratu Tatu Chasanah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banten.

Ketua DPD Gerindra Banten, Desmon J Mahesa memastikan, status Nasrul Ulum terhitung sejal bacalon mendaftar di penjaringan Gerindra hingga diterbitkan SK penetapan sudah bukan lagi kader Partai Golkar.

“Untuk Nasrul Ulum itu terhitung sejak dia mendaftar dan kita bilang bahwa harus melepaskan identitas partai lamanya. Dan beliau sudah bukan kader Partai Golkar lagi karena sudah ada SK dari Gerindra dan kami juga sudah memberikan secara simbolik Kartu Anggota lah begitu ke Nasrul Ulum,” jelas Desmond kepada wartawan, Rabu, 17 Juni 2020.

Sementara itu, disinggung terkait rekomendasi DPP Partai Gerindra terhadap pasangan Nasrul Ulum-Eki Baihaki, Ratu Tatu Chasanah mengaku tidak mempersoalkan.

“Itu hak Partai Gerindra. Semua partai punya hak politik menentukan arahnya,” kata Tatu kepada wartawan saat menghadiri penyerahan rekomendasi dukungan dari PBB, Kamis, 18 Juni 2020.

BACA :  Pria di Cibadak yang 'Harakiri' Usai Tikam Istri dan Dua Anaknya Ditahan di Lapas Rangkasbitung

Berdasarkan penelusuran BantenHits.com, dari hasil rekapitulasi hasil Pemilu 2019 KPU Kabupaten Serang yang digelar, Sabtu, 10 Agustus 2019, perolehan kursi terbanyak diraih oleh Partai Golkar yang memperoleh 9 kursi, Partai Gerindra 8 kursi, dan PKS 5 kursi.

Kemudian di bawahnya secara berturut-turut ada Partai Demokrat 5 kursi, PAN 4 kursi, PDIP 4 kursi, PKB 4 kursi, Partai Berkarya 4 kursi,  PPP 2 kursi, Partai Nasdem 2 kursi, PBB 2 kursi, dan Partai Hanura 1 kursi.

Partai Golkar yang menjadi juara Pemilu 2019 berhasil mendudukan para kadernya, yakni Bahrul Ulum, Neli Haryati, Maryanih, Munati, Ahmad Zaeni, Samudin, TB Baenurzaman, Nasrul Ulum, dan Mawardi.

Dari hasil rekapitulasi tersebut diketahui perolehan suara Nasrul Ulum ternyata tertinggi di antara caleg Partai Golkar lainnya. Nasrul berhasil meraup 8.929 suara, disusul Ahmad Zaeni 7.019 suara, dan Maryanih 6.717 suara.

Selanjutnya secara berturut-turut berdasarkan perolehan suara terbanyak; Bahrul Ulum 6.591 suara; Mawardi 6.447 suara; Neli Haryati 6.248 suara, TB. Baenurzaman 5.008 suara; Munati 4.969 suara, dan Samudin 4.054 suara.

Dengan perolehan 8.929 suara pada Pemilu 2019, Nasrul Ulum tak hanya menjadi caleg peraih suara tertinggi di Partai Golkar, melainkan tertinggi di antara seluruh caleg yang bertarung pada Pemilu 2019 di Kabupaten Serang.

Di bawahnya secara berturut-turut ada caleg Partai Berkarya Badri Suriadi yang meraih 8.220 suara, dan caleg PKS Mansur Barmawi yang meraup 7.747 suara.

Mesra bersama PDIP di Tangsel

Pasangan Muhammad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menunjukkan SK rekomendasi dukungan dari Partai Gerindra untuk Pilkada Tangsel 2020.(tangkap layar YouTube/ Kompas TV)

Provinsi Banten merupakan wilayah pertarungan sengit antara PDIP dan Gerindra. Pada Pemilu 2019, PDIP yang sebelumnya jadi pemilik suara terbanyak harus tumbang oleh Gerindra.

Tak hanya itu, calon presiden dan wakil presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo – Ma’ruf Amin juga kalah telak dari jagoan Gerindra, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Panasnya persaingan PDIP-Gerindra pada Pemilu dan Pilpres 2019 seperti tak menyisakan bekas di Tangsel. Kedua partai ini sama-sama mengusung Muhammad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Mereka akan bertarung dengan dua kandidat lainnya, yakni pasangan Benyamin Davnie – Pilar Saga yang diusung Golkar, PPP, dan PKB; serta pasangan Siti Nurazizah – Ruhama Ben yang diusung Partai Demokrat dan PKS.

Pecah di Cilegon

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Andika Hazrumy saat memberikan surat rekomendasi DPP Partai Golkar kepada pasangan Ratu Ati Marliati – Sokhidin. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Sebagai partai pemenang Pemilu 2019 di Banten, Gerindra ternyata tak mampu mempertahankan soliditas jelang perhelatan Pilkada 2020 di Kota Cilegon.

Keputusan DPP mengusung pasangan Ratu Atu Marliati – Sokhidin harus dibayar mahal dengan perpecahan.

Ketua DPC Gerindra Kota Cilegon, Awab, yang sebelumnya digadang-gadang akan diusung partainya, ternyata dipercaya sejumlah partai untuk mendampingi Iye Iman Rohiman.

Pasangan Iye – Awab sejauh ini sudah mendapatkan dukungan Partai Demokrat, PAN, dan PPP. Awab dipastikan akan melawan usungan partai yang pernah dipimpinnya di Kota Cilegon.

BACA :  Anak Eks Kopassus dan Orang Dekat Prabowo Optimistis Partai Besutan SBY Dukung Dirinya di Pilkada Serang

Langkah Awab memilih berseberangan dengan kebijakan partai, diikuti loyalisnya di DPC Gerindra Kota Cilegon.

Husen Saidan Dewan Penasihat Partai Gerindra Kota Cilegon memutuskan untuk mengundurkan diri. Alasannya karena partai besutan Prabowo Subianto itu lebih mengusung Ratu Ati Marliati-Sokhidin ketimbang Ketua DPC Kota Cilegon, Awab di Pilkada 2020.

“Kecewa terutama terkait dengan ditunjuknya kader biasa untuk maju di Pilkada Kota Cilegon. Sementara dari DPP sebelumnya sudah merekomendasikan Ketua DPC Gerindra Cilegon yaitu Haji  Awab, tiba-tiba sekarang mengalihkan dukungan kepada Sokhidin yang menurut saya kurang pas,”kata Husen saat dikonfirmasi, Jumat, 24 Juli 2020.

Ia membeberkan dalam penunjukan Sokhidin yang merupakan kader DPC Gerindra untuk berpasangan dengan Ratu Ati Marliati pada pilkada 2020, DPD Gerindra Banten sama sekali tidak pernah melibatkan para Dewan Penasehat DPC Gerindra Kota Cilegon.

Lalu bagaiman reaksi Desmond sebagai Ketua DPD Gerindra Banten menyikapi dinamika partainya di Kota Cilegon?

Ketua DPD Gerindra Banten Desmond J. Mahesa tegaskan partainya hanya menggodok dua nama untuk Pilkada Pandeglang yakni Toni Fathoni Mukson dan Mulyadi. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Dikutip BantenHits.com dari detik.com, Desmond menganggap Awab tak konsisten dan memaksakan kehendaknya sendiri.

Menurutnya, saat digadang-gadang maju di Pilwalkot Cilegon, Awab menghadap Desmond untuk maju sebagai calon wali kota dan Iye sebagai calon wakil wali kota. Namun, niatan Awab berubah saat kedua kali menghadap Desmond.

“Nah ke sininya dia datang lagi yang ada di balik gitu lho, Iye nomor 1 Awab nomor 2. Nah sedangkan yang diwajibkan sama partai untuk mencalonkan wali kota itu dipertanyakan sama DPP akhirnya DPP tidak merestui karena kader ini aneh, ya kesannya dia tidak siap, jadi partai tidak dukung,” kata Desmond saat dikonfirmasi via telepon, Jumat, 24 Juli 2020.

Eks Kasat Intel itu dinilai memaksakan kehendaknya sendiri dan tidak mengindahkan keputusan partai. Awab diduga terus mendesak untuk berpasangan dengan Iye maju di Pilwalkot Cilegon.

“Urusan keputusan DPP beda lagi dengan keputusan Awab maju, bagi saya nggak ada masalah kok, ya siapapun yang menang bagi kami nggak ada masalah kok. Saya menanggap Awab orang yang tidak bisa memegang amanah partai,” kata dia.

Buka-bukaan Utang

Ketua DPC Gerindra Cilegon Awab memastikan maju sebagai calon wali Kota Cilegon berpasangan dengan Iye Iman Rohiman pada Pilkada Cilegon 2020. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Selain itu, kesiapan Awab untuk maju di Pilwalkot Cilegon dianggap kurang serius. Beberapa permasalahan belum terselesaikan saat dia dilantik menjadi Ketua DPC Gerindra pada Maret 2020 lalu.

Desmond menganggap Awab tak punya ongkos politik untuk maju di Pilwalkot Cilegon. Hal itu ditandai dengan datangnya tagihan dari percetakan ke DPD Gerindra Banten.

“Pada saat dia mengambil keputusan ini saya sudah bilang dia mundur karena sudah tidak serius karena ada kewajiban-kewajiban dia pada saat dia mau nyalon cetakan-cetakan itu nggak dibayar dia. Iya dia cetak stiker cetak apa… nggak bayar, akhirnya orang itu nagih ke DPD, dibayar sama DPD. Saya suruh mundur, ngapain kalau nggak punya duit malu-maluin,” tuturnya.

Gerindra mengusung kader lain, yakni Sokhidin mendampingi petahana Ratu Ati Marliati. Desmond menuding terjadi pembusukan di tubuh partai. Meski demikian, Desmond menilai keriuhan yang terjadi sebagai dinamika politik.

“Dinamika politik tujuannya untuk melakukan pembusukan terhadap parti Gerindra, biarlah masyarakat yang menilai, kalau dia melakukan pembusukan ya saya cuma ketawa aja, bukan anggota kok,” tuturnya.

Terkait tudingan Desmond soal utang cetak stiker, BantenHits.com sudah meminta penjelasang Awab dan Tim pemenangannya.

Kepada wartawan BantenHits.com Iyus Lesmana, Awab menolak berkomentar. Namun dalam wawancara off the record Awab menjelaskan secara gamblang ihwal tudingan utang cetak stiker.

Sama halnya seperti Desmond, Awab juga lebih menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai persoalan yang diungkap Desmond.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler