Connect with us

Berita Terbaru

Musda KNPI Pandeglang Berujung Ricuh, Pujiyanto: Itu Dinamika

Published

on

Pujiyanto,tokoh muda Serang siap menantang petahana pada Pilkada Pandeglang 2020.(istimewa)

Pandeglang – Anggota DPRD Kota Serang, Pujiyanto terpilih menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pandeglang masa bakti 2020-2023, setelah menang dari rivalnya Dedi Rifaldi.

Pujiyanto dinyatakan menang setelah mengantongi 61 rekomenadi Organisasi Kemasyarakan Pemuda (OKP) dan 18 Pengurus Kecamatan (PK). Sedangkan Dedi Rifaldi hanya mengantongi 6 OKP dan 2 PK.

Namun, kemenangan Pujiyanto tak serta merta melalui jalan mulus. Lantaran pada saat Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Pandeglang ke XV di gedung PKPI Pandeglang sempat terjadi kekisruhan yang menyebabkan beberapa kerusakan fasilitas gedung.

Menanggapi kekisruhan itu, Pujiyanto sangat santai, Menurut dia, kerusuhan yang terjadi merupakan sebuah dinamika dalam sebuah organisasi. Ditambah, fungsi sebuah pergerakan harus menyuarakan apa yang mengganjal di hati mereka.

BACA :  Tak Bisa Pulang, TKW Asal Lebak Butuh Dana Rp148 Juta

“Saya pertama begini, apapun yang terjadi kemarin itu sebuah dinamika, itu wajar saja. Memang tugas dari rekan-rekan pergerakan seperti itu untuk menyuarakan apa yang mereka anggap kurang apa yang mengganjal boleh disuarakan dan kita harus mengapresasi,” kata Pujiyanto kepada awak media, Selasa, 28 Juli 2020.

Meski demikian, Pujiyanto mengaku akan merangkul semua OKP yang ada di Kabupaten Pandeglang untuk bersama-sama mewujudkan pemuda yang memiliki skil, keahlian dari bidang apapun.

“KNPI akan besar, KNPI akan menjadi kokoh dan wadah berhimpunya pemuda. Saya berharap sih paradigma ini berubah dari hura-hara fisik, menjadi huru-hara Visi kedepan, hura-hara gagasan, pemikiran disatukan semuanya,” ujarnya.

Untuk mewujudkan buah pemikiran itu, Pujiyanto mengaku akan melakukan tabayyun atau mencari solusi untuk memecahkan masalah di tubuh KNPI Pandeglang.

BACA :  Enam Produk Makanan di Pasar Badak Positif Mengandung Bahan Berbahaya Rhodamin dan Formalin

“Langkah pertama harus tabayyun, bagaimana kita bisa diskusi bersama hal-hal apa saja yang kurang, tidak ada masalah yang tidak selesai, kita ini ka pemuda, yang harus ada di depan untuk perubahan. Insya allah dengan tabayyun adalah langkah tepat untuk menyatukan persepsi,” jelasnya.

Rubah Paradigma Soal Nasib

Pujiyanto mengaku, bertekad untuk merubah paradigma bahwa nasib tak selalu ditentukan oleh nasab atau keturunan dan uang. Dia berkaca pada dirinya sendiri, yang secara perlahan mampu meraih mimpi-mimpinya, meski terlahir dari kalangan bawah.

Hal itu akan coba dia terapkan dan wujudkan untuk para pemuda di Kabupaten Pandeglang melalui wadah KNPI.

“Sehingga saya ingin berbagi pengalaman ini dengan para pemuda, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini untuk kejar, saya ingin merubah paradigma yang ada. Jangan sampai nasib itu ditentukan nasab dan duit, jangan hanya bin anu bin bupati bisa mudah meraih kesuksisan. Tapi bagiaman pemuda saat ini banyak yang tidak memiliki nasab yang jelas seperti saya,” tutupnya.

BACA :  Forum Anak Lebak Angkatan ke-2 Dibentuk

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler