Connect with us

Berita Terbaru

Titik Terang Kasus Pencurian Hewan Kurban di Cilegon; Berjalan Mulus Dibantu Orang Dalam

Published

on

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana memastikan proses penyidikan terkait kasus empat pelajar menggilir anak 14 tahun akan dituntaskan untuk memberikan efek jera. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon- Kasus pencurian hewan kurban di Kota Cilegon mulai menemukan titik terang. Satreskrim Polres Cilegon mengklaim telah mengantongi beberapa nama para kawanan pencuri sembilan ekor kerbau milik Kasino (50).

Aksi mereka tergolong nekat. Pasalnya, sembilan kerbau milik Kasino berada di Kawasan Industri milik PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) Ciwandan Cilegon.

“Kami sudah mengantongi nama-nama pelaku sekarang masih dalam pengejaran kemungkinan tersangka lebih dari empat orang tersangka. Dan dijual kedaerah Pandeglang,”kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat dikonfirmasi awak media, Selasa, 28 Juli 2020.

BACA :  Disnaker Kota Tangerang Sediakan Posko Pengaduan THR

Yudhis menduga aksi kawanan pencuri ini berjalan mulus karena bantuan orang dalam. Pasalnya lokasi yang menjadi target pelaku merupakan kawasan Industri yang masuk dalam Objek Vital Nasional.

“Kemungkinan ada keterlibatan orang dalam, dibantu sama orang dalam karena memang kawasan ini merupakan kawasan industri KIEC yang mana bahwa kawasan ini diamankan oleh security,”tuturnya.

“Saat ini masih kami dalami lagi untuk keterlibatan atau tidak security tersebut,”tambahnya.

Menurut Yudhis, para pelaku merupakan orang yang profesional dalam pemotongan hewan. Menyusul mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk memotong 9 ekor kerbau. Di mana empat ekor diantaranya berhasil dibawa kabur.

“Pola pemotongan dari 5 kerbau yang ditemukan di TKP ini sangat profesional dan bukan amatir karena untuk memotong kerbau sendiri harus mempunyai keahlian yang khusus apa lagi dalam jangka waktu yang capat ini orang-orang  yang biasa motong kerbau dan sapi,”pungkasnya.

BACA :  ASN Lebak Nekat Mudik saat Pandemi Corona? Siap-siap Ini Sanksinya

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler