Connect with us

Berita Utama

Kecoh Anjing Pelacak, Ganja 159 Kilogram Dikemas Baju dan Penguat Sinyal

Published

on

Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar bersama Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro dan jajaran menunjukkan barang bukti ganja yang dikirim dari Aceh. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Semakin gencar upaya pencegahan peredaran narkoba oleh petugas, ternyata membuat para jaringan narkoba semakin memutar otak menemukan cara agar pengiriman barang haram mereka mulus tak terendus.

Seperti yang dilakukan belum lama ini oleh jaringan besar peredaran ganja yang beroperasi di Aceh, Jakarta Pusat, Bogor, dan Tangerang.

Namun, secanggih apapun skenario kejahatan selalu akan meninggalkan jejak. Pun jaringan peredaran asal Aceh ini. Mereka berhasil digulung Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba)  Polda Banten awal Juli 2020 lalu.

Petugas mengamankan sembilan tersangka dari tiga kota, yakni Aceh, Jakarta Pusat, dan Bogor. Petugas juga menyita 159 kg ganja kering.

BACA :  Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Vihara Budi Bhakti Neglasari

Sembilan jaringan ganja asal Aceh yang ditangkap yakni SP, RN, MN, HN, FR, BY, AS, MR dan YN.

Kelabui Anjing Pelacak

Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengungkapan bermula dari pendalaman informasi soal pengiriman narkoba dalam jumlah besar dengan mengunakan jasa pengiriman pada awal Juli 2020.

“Deliveri dari Aceh selama enam hari terpantau di Lampung dan menyeberang di wilayah Merak,” katanya.

Menurut Susatyo, paket ganja yang dikirimkan disamarkan dalam paket baju dan penguat sinyal, kemudian dikemas dengan sangat baik menggunakan plastik khusus untuk mengecoh endusan anjing pelacak.

Setelah berhasil menyeberang di Pelabuhan Merak, lanjut Susatyo, jajarannya kemudian membuntuti mobil jasa pengiriman lalu melakukan penggeledahan di Rest Area Tol Merak untuk memastikan adanya barang terlarang di dalam mobil.

BACA :  Gapasdap dan Stakeholder Pelayaran Sumbang 16 Hewan Kurban untuk Warga Cilegon

“Kami monitor lagi dan kami lakukan penindakan di Rest Area Tol Merak,” lanjutnya.

Setelah yakin, ada ganja di dalam mobil pengiriman, petugas kemudian meminta mobil jasa pengiriman tersebut meneruskan pengiriman ke alamat yang dituju, yakni Ciledug, Jakarta Pusat sambil dibuntuti mobil petugas.

Setibanya di alamat penerima, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap tiga tersangka, kemudian dikembangkan ke Bogor dan Aceh hingga berhasil menangkap total sembilan tersangka.

Kapolda Banten Irjen Pol. Fiandar menginterogasi tersangka jaringan ganja asal Aceh yang dikemas baju dan penguat sinyal. (BantenHits.com/Mahyadi)

Sel Terputus

Susatyo menambahkan,yang menarik dari modus jaringan ini, selain mengecoh anjing pelacak, jaringan ini membuat sel yang terputus.

BACA :  Irna Berharap Sinergi antara Pers dengan Pemerintah Daerah

Para pelaku satu sama lain ternyata tidak saling mengenal. Kuat dugaan, pola ini digunakan supaya jaringan terputus dan otak jaringan tak terendus.

“Setelah ditemukan mereka tidak saling mengenal, merupakan sel yang terputus (baik) penerima maupun pengirim,” paparnya.

Dari 159 kg ganja yang disita, jelas Susatyo, 90 kg di antaranya dikemas dalam penguat sinyal untuk dikirim ke Bogor, kemudian diedarkan di Tangerang.

Pria yang pernah bertugas di Polsek Serpong ini mengungkapkan selain menyita 159 kg ganja dan sembilan tersangka, pihaknya juga menyita satu unit mobil merk Hino warna merah nopol BA 9356 LO, satu Toyota Avanza, handphone, kartu ATM, dan dua kendaraan roda dua.

Pelaku dikenakan pasal 113 ayat 2, pasal 111 ayat 2, pasal 132 ayat 2 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler