Connect with us

Berita Terbaru

Buat Pengguna Android di Banten dan Sekitarnya, Google Minta 19 Aplikasi Ini Dihapus karena Berbahaya

Published

on

Teror Bom

Google hapus aplikasi berbahaya bagi pengguna Android. FOTO: tribunnews.com.

Tangerang – Buat pengguna Android sejagat, khususnya yang ada di Banten, informasi berikut ini layak untuk diperhatikan supaya dapat terhindar dari kejahatan hacker.

Untuk melindungi jutaan pengguna Android di seluruh dunia, Google sering menghapus aplikasi-aplikasi berbahaya dari toko aplikasi Google Play Store.

Upaya Google ini dilakukan seiring dengan banyaknya malware jahat yang kerap menarget pengguna. Begitu juga para pengembang jahat yang bermaksud mencari keuntungan dari pengguna.

Dikutip BantenHits.com dari Liputan6.com, berdasarkan laporan Daily Record, pada Rabu, 29 Juli 2020, setidaknya ada 19 aplikasi jahat yang diblokir oleh Google.

Parahnya, aplikasi-aplikasi jahat ini juga sudah diunduh hingga jutaan kali oleh pengguna Android di seluruh dunia.

Temuan akan adanya 19 aplikasi jahat ini mulanya diketahui oleh White Ops Satori Thread Intelligence and Research. White Ops Satori menemukan 19 aplikasi jahat yang mampu mengisi perangkat dengan iklan yang tak diinginkan oleh penggunanya. Cukup jelas bahwa aplikasi-aplikasi ini telah disuntik adware.

BACA :  Lagi, Banyak Anggota DPRD Pandeglang Tak Hadiri Paripurna

Adware ini kemudian mengambil alih perangkat begitu smartphone dalam kondisi tak terkunci atau sedang diisi daya.

Adware ini juga bisa meluncurkan serangannya terlepas dari apakah aplikasi yang terinfeksi dibuka pengguna atau tidak.

Sejumlah aplikasi bahkan bisa bersembunyi dari pengguna dengan cara menghilang ketika setelah diunduh.

Trik ini kerap dipakai oleh hacker, sehingga makin susah bagi orang untuk menemukan dan menghapus aplikasi jahat di perangkatnya.

Tim White Ops mengatakan, mereka mengidentifikasi aplikasi tersebut berbahaya segera setelah mengidentifikasi trafik iklan yang sangat tinggi.

Aplikasi-aplikasi yang diinvestigasi ini juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Parahnya aplikasi ini sudah diunduh sebanyak 3,5 juta kali secara totalnya.

Menurut White Ops, mayoritas aplikasi banyak memakai kata “Blur” sebagai nama aplikasi. Kebanyakan dari aplikasi ini mengaku sebagai aplikasi editor foto yang memiliki kemampuan untuk mengeblurkan foto. 

BACA :  Ganti Rugi Pembebasan Lahan Kereta Bandara Soetta Dibayarkan

Begitu mendapatkan informasi tentang aplikasi berbahaya ini, pihak Google langsung menghapusnya dari Play Store. Google juga mengajak para pengguna untuk segera menghapus aplikasi-aplikasi jahat itu dari perangkatnya.

Head of Android Google Sundar Pichai mengatakan jika ia berada di bisnis menciptakan malware, ia kemungkinan akan menargetkan Android juga.

Berikut adalah daftar aplikasi jahatnya:

1. Auto Picture Cut: diunduh 100 ribu kali

2. Color Call Flash: diunduh 50 ribu kali

3. Square Photo Blur: diunduh 500 ribu kali

4. Square Blur Photo: diunduh 500 ribu kali

5. Magic Call Flash: diunduh 50 ribu kali

6. Easy Blur: diunduh 100 ribu kali

7. Image Blur: diunduh lebih dari 100 ribu kali

BACA :  Lain Hati Milik Ririn Ekawati Hadir di Rangkasbitung; Manjakan Penikmat Kopi dengan Lapak yang Cozy

8. Auto Photo Blur: diunduh 100 ribu kali

9. Photo Blur: diunduh 500 ribu kali

10. Photo Blur Master: diunduh 100 ribu kali

11. Super Call Screen: diunduh 100 ribu kali

12. Square Blur Master: diunduh 100 ribu kali

13. Square Blur: diunduh 50 ribu kali

14. Smart Blur Photo: diunduh 500 ribu kali

15. Smart Photo Blur: diunduh 500 ribu kali

16. Super Call Flash: diunduh 100 ribu kali

17. Smart Call Flash: diunduh 50 ribu kali

18. Blur Photo Editors: diunduh 5.000 kali

19. Blur Image: diunduh 10 ribu kali

Nah, buat pengguna Android yang sudah mendownload aplikasi di atas, buruan hapus sebelum timbul kerusakan atau kerugian!

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Hasan Ali

    01/08/2020 at 16:58

    Membaca judul dan melihat ilustrasi gambar, saya sempat terkejut karena pada gambar ilustrasi ada aplikasi Hadits Ensiklopedia. Tadinya saya berpikir bahwa aplikasi itu juga menanam Malware di dalamnya tapi setelah melihat rinciannya ternyata tidak ada.

    Mohon kepada penulis atau editor untuk mengganti ilustrasi gambarnya dengan gambar lain sehingga tidak ada kesan aplikasi-aplikasi yang tertampil di dalam gambar ilustrasi itulah yang mengandung Malware.

    Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler