Connect with us

Berita Terbaru

Penerbangan Lion Air Tangerang-Yogyakarta Bikin Was-was karena Penumpang Ditumpuk, Ternyata Ini Sebabnya

Published

on

Penumpang duduk berhimpitan dalam penerbangan Lion Air JT-554 jurusan Bandara Soekarno Hatta tujuan Yogyakarta. (Foto: SindoNews.com)

Tangerang – Penerbangan Lion Air dari Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Tangerang tujuan Yogyakarta dengan nomor penerbangan JT-554, Jumat, 31 Juli 2020, dikeluhkan penumpang.

Pasalnya, penerbangan tersebut tak lagi diberlakukan jarak aman antar penumpang atau physical distancing, karena penumpang ditumpuk berdempetan.

Seluruh kursi di dalam pesawat terisi penuh, padahal maskapai pesawat terbang di Indonesia diperkenankan hanya bisa membawa penumpang hingga 70 persen saja dari total kapasitasnya selama pandemi Covid-19.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro kepada BantenHits.com memastikan pesawat Lion Air JT-554, telah menerapkan semua standar operasional penerbangan, termasuk hal-hal yang mendukung pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19 selama pandemi.

BACA :  Pusat-pusat Perbelanjaan di Serang Ini Dapat Pengamanan Tim Gabungan Polri dan TNI

Menurut Danang, penerbangan JT-554 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) ke Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA) dioperasikan dengan Boeing 737-800NG berkapasitas 189 tempat duduk.

Pada penerbangan tersebut, kata Danang, Lion Air menerbangkan 154 penumpang.

“Lion Air menyampaikan, bahwa dalam penerbangan tertentu kemungkinan jumlah tingkat keterisian penumpang (seat load factor) sesuai kapasitas pesawat udara yang dioperasikan, sehingga penerapan physical distancing pada kabin belum maksimal,” jelas Danang melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 1 Agustus 2020.

Danang membeberkan, belum maksimalnya penerapan physical distancing pada penerbangan JT-554 dikarenakan beberapa hal, di antaranya Lion Air berupaya mengakomodir kebutuhan perjalanan udara para tamu atau penumpang.

“(Kemudian) perjalanan grup dari keluarga atau rombongan tertentu (group booking) yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan (satu baris),” beber Danang.

BACA :  Target PKS di Pilkada Serentak Provinsi Banten; Menang Tanpa Menjatuhkan

Selain itu, pembelian tiket secara tiba-tiba yang disebabkan suatu tingkat kepentingan dari tamu atau penumpang (urgent) juga menjadi pemicu.

Hal lainnya adalah adanya pembukuan pada periode pemesanan sebelumnya (terutama dari tamu atau penumpang yang telah membeli tiket jauh hari).

Penyebab terakhir, perubahan periode perjalanan (reschedule) dari beberapa tamu atau penumpang, dikarenakan kebutuhan mendesak.

“Lion Air Air menegaskan, bahwa semua penumpang yang berada dalam penerbangan dimaksud telah memenuhi, mengikuti dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan sebagaimana diberlakukan, terutama sudah melakukan uji kesehatan Covid-19 dan memiliki surat keterangan bebas Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, seluruh tamu atau penumpang menggunakan masker sesuai aturan protokol kesehatan.

BACA :  Aliran Hibah Banten 2011-2012 ke Karang Taruna Rp 5 M

“Lion Air juga memberikan face shield dan tissue secara cuma-cuma sebagai bagian alat pelindung diri bagi penumpang. Dengan harapan upaya lebih proteksi,” ungkapnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler