Connect with us

Berita Utama

33 dari 43 SMPN di Kota Cilegon Gelar KBM Tatap Muka Perdana Pasca-Pandemi Corona, Ini Penampakannya

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatulloh, memantau pelaksanaan KBM tatap muka perdana di SMPN 7 Cilegon. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Setelah hampir lima bulan mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM) secara daring, sekolah di Kota Cilegon mulai menggelar kembali KBM tatap muka, Selasa, 4 Agustus 2020.

KBM tatap muka perdana pasca-pandemi Corona ini digelar di 33 dari total 43 SMP Negeri di Kota Cilegon.

Dalam pelaksanaan KBM tatap muka perdana ini, siswa maupun tenaga pengajar di sekolah diwajibkan menjalankan protokol kesehatan.

“Ada 33 sekolah yang sudah siap untuk belajar tatap muka, dan sekolah yang lain belum mengirim datanya artinya belum siap sekali pun apakah mereka tidak respons. Asumsi saya yang belum kirim data belum siap untuk KBM tatap muka,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Ismatulloh saat dikonfirmasi awak media.

BACA :  Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon Tolak Kedatangan Jokowi

Sementara, Kepala SMPN 7 Cilegon, Naziah Tamaen mengungkapkan, penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan KMB tatap muka di tempatnya dimulai dari gerbang sekolah.

Setiap yang akan masuk area sekolah, wajib menjalani pengecekan suhu. Mereka juga harus menggunakan masker dan mencuci tangan.

“Yang pertama siswa masuk mulai dari pintu gerbang kami sudah melakukan pemeriksaan suhu tubuh siswa apa bila di atas 37 derajat dipulangkan. Kemudian sebelumnya kami sudah menginformasikan pada orang tua bahwa kalau memang kondisinya kurang sehat tidak di perkenankan belajar daring atau offline,” ungkapnya.

Naziah membeberkan, pihaknya pun melakukan pembatasan jumlah siswa dan jam KBM di sekolah. Hal tersebut bertujuan guna menghidari terjadinya kerumunan yang dilakukan oleh siswa.

BACA :  Bupati Tangerang Resmikan Masjid Aceh Darussalam di Cikupa

“Jumlah normal di kelas terdapat sebanyak 32 siswa di masing-masing kelas kami berlakukan 50 persen. Kami  juga memperhatikan jarak kursi duduk siswa jaraknya satu meter jadwal belajar kita berlakukan tidak full seperti hari normal 100 persen kami hanya melaksanakan dua mata pelajaran satu pelajaran itu hanya 2 jam jadi tidak ada siswa berkumpul atau salat berjamaah selesai KBM langsung pulang dan tidak diperbolehkan peserta didik membawa kendaraan,” bebernya.

Terpisah, Kepala SMPN 2 Cilegon, Nurhayati mengatakan, meski tatap muka sudah mulai dilakukan, namun sekolahnya sampai saat ini masih melaksanakan KBM sistem daring kepada para siswa.

Ia menegaskan KBM tatap muka akan dilakukan setelah sekolah selesai melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa.

BACA :  Lapak Barang Bekas di Kosambi Tangerang Terbakar

“Untuk SMPN 2 saat ini memang kita belum melaksanakan KBM tatap muka mulai hari ini kita sedang mengadakan sosialisasi dengan para wali murid kelas 7,8 dan 9 kita bagi tiga hari. Pada prisnsipnya sekolah sih ok saja dan sekenario pembelajaran kita sudah siapkan kita harus berhati-hati karena SMPN 2 itu jumlah siswanya hampir 1.000,” terangnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler