Connect with us

Berita Utama

Ngibulin Pencari Kerja, Buruh Serabutan di Cilegon Raup Ratusan Juta

Published

on

Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana bersama Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Maryadi saat ekspos pengungkapan kasus penipuan pencari kerja. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Aksi HK (37), warga Lingkungan Tegal Cabe, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, benar-benar bikin geleng-geleng kepala.

Bagaimana tidak, pria yang hanya buruh serabutan ini bisa meraup ratusan juta dengan cara mengelabui pencari kerja.

Aksi tipu-tipu yang digeluti HK sejak dua tahun lalu ini dihentikan Satreskrim Polres Cilegon. HK dicokok setelah korban penipuannya melapor.

Kapolres Cilegon, AKBP Yudhis Wibisana mengungkapkan, untuk memperlancarkan aksinya pelaku membuat ID card dan surat pengangkatan karyawan palsu mengatasnamakan PT Krakatau Posco dan beberapa perusahan terkemuka lainnya di Cilegon. 

BACA :  Pantau UN, Bupati Lebak Masuk Ruangan

ID card dan surat pengangkatan palsu diberikan kepada pencari kerja yang bersedia membayar Rp 4 juta.

“Motif pelaku untuk mencari keuntungan, terdapat beberapa korban lainnya yang akan melapor ke polres dengan kasus yang sama. Pelaku juga merupakan DPO,” ungkap Yudhis saat konferensi pers pengungkapan kasus kriminalitas di wilayah hukum Polres Cilegon, Selasa, 4 Agustus 2020.

Selain berhasil mengamankan pelaku, petugas Satreskrim Polres Cilegon juga berhasil menyita barang bukti yang digunakan tersangka untuk melancarkan aksi kejahatan seperti stempel bertuliskan PT Krakatau Posco Energy, alat pencetak ID card, perangkat komputer, sepatu safety, helm dan perangkat kerja lainnya. 

“Jadi para pelaku ini membuat sendiri Id Card-nya, membeli sepatu safety untuk korban dan helmnya. Seolah-olah korban ini siap bekerja,” bebernya. 

BACA :  Angka Perceraian PNS di Lebak Naik pada 2018, Pemicunya Perselingkuhan

Sementara, Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Maryadi menambahkan, kerugian para korban yang berjumlah 20 orang mencapai lebih dari Rp100 juta.

“Kasus penipuan ini terus kita kembangkan dengan meminta keterangan para saksi,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana empat tahun penjara.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler