Connect with us

Berita Terbaru

Waspadai! Begini Cara Kerja Komplotan Curnamor di Cilegon, Dua Bulan Bisa Nyuri 21 Motor

Published

on

Delapan komplotan curanmor yang terdiri dari tiga pencuri dan lima penadah dihadirkan dalam press release pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di Polres Cilegon. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Jajaran Satreskrim Polres Cilegon berhasil membekuk komplotan pencuri dan penadah sepeda motor di Kota Cilegon.

Mereka terdiri dari tiga pemetik alias eksekutor di lapangan yakni IR (33), JM (37) dan SA (43).

Selain tiga pemetik ada juga lima orang penadah yang menampung motor curian mereka.

Dari tangan para pelaku petugas juga berhasil menyita 21 sepeda motor hasil curian selama dua bulan terakhir.

Sebelum diamankan petugas, komplotan ini terakhir kali beraksi di sebuah masjid di Lingkungan Jombang Cemara, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Jumat, 26 Juli 2020.

BACA :  Banjir Terus Hantui Warga Petir

“Saat tersangka melewati sebuah masjid, dan melihat ada kendaraan yang sedang terparkir. kemudian tersangka duduk di kendaraan dengan tujuan seoalah-oleh kendaraan tersebut milik tersangka agar orang lain tidak curiga kemudian saat situasi aman tersangka langsung membobol lubang kunci motor dengan kunci letter T dan membawa kabur kendaraan,” kata Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 5 Agustus 2020.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Maryadi mengungkapkan, berdasarkan pengembangan diketahui dalam aksinya pada bulan Juni dan Juli 2020  para tersangka berhasil mendapatkan sebanyak 21 unit kendaraan roda dua.

” Dari tersangka IR, JM dan SA kami berhasil mengamankan satu kendaraan kemudian kami kembangkann dan didapati sebanyak 20 kendaraan lainnya. Selain itu kami juga mengamankan 5 orang penadah barang hasil curian dimana menurut pengakuannya akan du jual kembali,” ungkap Maryadi.

BACA :  Menhub Minta Angkasa Pura Lakukan Simulasi Keamanan di Gate Terminal 3

Menurut Maryadi, pihaknya bakal menyerahkan kembali barang bukti sepeda motor kepada masyarakat yang menjadi korban pencurian dengan syarat dapat menunjukan bukti kepemilikan kendaraan.

” Masyarakat bisa mengambil kendaraannya dengan memperlihatkan dan bukti-bukti kepemilkikan kendaraan sepeda motor yang sah seperti STNK dan BPKB,” imbuhnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya para pelaku terancam hukuman 4 tahun penjara karena terjerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan 480 KUHP tentang penadah barang curian.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler