Connect with us

Berita Terbaru

Baru Dua Hari Dilaksanakan, KBM Tatap Muka di Cilegon Disetop Sampai Batas Waktu yang Belum Bisa Ditentukan

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Ismatulloh, memantau pelaksanaan KBM tatap muka perdana di SMPN 7 Cilegon. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Cilegon menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka yang sedang diuji coba Dunas Pendidikan Kota Cilegon. Alasannya, karena masih ada peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19.

“Ini mengacu kepada Surat kesepakatan Bersama (SKB) 4 Menteri. Ya kalau di warga itu kan banyak faktor pertama peningkatan yang positif di Cilegon bertambah terus. Cilegon masih dalam zona kuning, sehingga yang dilakukan Dindik Cilegon uji coba itu disuruh berhenti sambil menunggu kondisi yang baru seperti apa,”kata Erwin Harahap, Sekertaris Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cilegon, Rabu, 5 Agustus 2020.

BACA :  Tiga Terduga Teroris Tangsel Tewas Ditembak, Kapolri: Petugas Tak Mau Ambil Risiko

“Sampai kapannya belum tahu sampai kita lihat perkembangan kuning menjadi hijau seperti apa,”tambahnya.

Baca Juga: 33 dari 43 SMPN di Kota Cilegon Gelar KBM Tatap Muka Perdana Pasca-Pandemi Corona, Ini Penampakannya

Menurut Erwin, uji coba KBM Tatap Muka yang diselenggarakan Dindik Kota Cilegon terbilang berani mengingat tak berkoordinasi terlebih dahulu dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

“Kemarin uji coba Dindik saja tidak koordinasi dengan kita mau uji coba 2 hari, kita gugus tugas hanya diperintahkan untuk membuat konsep protokol Covid seperti apa konsep protokol covid itu bukan asal hanya sekedar konsep itu kan harus di rapatkan,”tuturnya.

Terpisah Kepala Dindik Cilegon Ismatulloh mengaku telah berkoordinasu dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon.

BACA :  BNN Dirikan Rumah Dumping, Eks Pecandu Narkoba di Banten Dibekali Pelatihan

“Kalau dibilang belum koordinasi wong (orang) kita udah ngomong sama forkopimda. Pertama kali kita ngobrol silaturahmi abis Idul adha, ada Dandim, Kapolres, ada walikota, wakil walikota, BPBD, kemenag. Jadi disitu obrolan itu jadi dasar hari senin dibuka aja,”katanya.

Ismal beralasan uji coba KBM Tatap muka dilaksanakan karena di Kota Cilegon masih terdapat beberapa wilayah yang masuk dalam zona hijau.

“Begini analisisnya, Cilegon itu zona kuning secara Kota, tetapi sebetulnya ada 20 kelurahan yg zona hijau dari 43 kelurahan. Jadi rencana kita mau membuka sekolah tatap muka itu di 20 zona hijau. Terbukti saat uji coba tatap muka hanya beberapa sekolah saja yg memberlakukan tatap muka,”tandasnya.

BACA :  Aksi Buruh Tolak PP Pengupahan, Warga: Kita Dukung Kok, Tapi Jangan Nyusahin Masyarakat

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler