Connect with us

Berita Utama

Pelanggar PSBB Tahap VIII di Banten Bakal “Digebuk”, Apa Penyebab Angka Covid-19 di Kota Tangerang dan Tangsel Malah Naik?

Published

on

Gubernur Banten Wahidin Halim saat memimpin video telekonferensi dengan kepala daerah di Tangerang. WH memutuskan PSBB di Banten diperpanjang hingga 24 Agustus 2020.(Istimewa)

Serang – Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Provinsi Banten khususnya di wilayah Tangerang, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) selama 14 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 10 Agustus 2020.

Dalam PSBB yang memasuki tahap VIII tersebut, Pemerintah Provinsi Banten mewacanakan penerapan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Hal tersebut disampaikan WH dalam rapat evaluasi PSBB tahap VII secara virtual melalui video conference bersama Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah, dan Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, Minggu, 9 Agustus 2020.

Penutupan Usaha

Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 di antaranya mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

BACA :  Pemkab Tangerang Tolak Penundaan Pembongkaran Bangunan Ilegal PT LSI

Sanksi berlaku bagi pelanggaran yang dilakukan perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Sanksi dapat berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Menurut WH, wacana menerapkan Inpres Nomor 6 tahun 2020 untuk merespons terjadinya peningkatan kasus di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Wacana itu, kata WH, perlu didiskusikan dan dikaji lebih lanjut, termasuk kesiapan aparat penegak hukum perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing kabupaten/kota.

“Ada kecenderungan kenaikan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Walaupun tidak berpengaruh terhadap kenaikan di tingkat nasional, kita kaji dan apa yang mempengaruhinya,” kata WH.

Kasus Positif Naik

Berdasarkan pantauan BantenHits.com pada laman infocorona.bantenprov.go.id yang terakhir diupdate Minggu, 9 Agustus 2020 pukul 23:50 WIB, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tangerang mencapai 590 kasus dengan perincian 72 orang dalam perawatan, 482 orang sembuh, dan 36 orang meninggal dunia.

BACA :  Marak Aksi, Jalan Menuju Pabrik Kuali Ditutup

Dari 13 kecamatan yang ada di Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh menjadi kecamatan dengan angka positif Covid-19 tertinggi, yakni mencapai 75 kasus.

Selanjutnya secara berurutan Kecamatan Tangerang 67 kasus, Kecamatan Cibodas 62 kasus, Kecamatan Karawaci 56 kasus, Kecamatan Karang Tengah 56, Kecamatan Pinang 55 kasus, Kecamatan Ciledug 55 kasus, Kecamatan Larangan 47 kasus, Kecamatan Benda 43 kasus, Kecamatan Periuk 39 kasus, Kecamatan Neglasari 27 kasus, Kecamatan Batu Ceper 25 kasus, dan Kecamatan Jatiuwung 24 kasus.

Sementara di Kota Tangsel, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 naik 10 kasus hingga mencapai total 633 kasus, dengan rincian 461 dinyatakan sembuh, 130 dirawat, dan 42 meninggal dunia.

Sementara, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2.281 kasus, terdiri 2.279 orang telah selesai dipantau dan 2 orang masih dipantau.

Kemudian, angka pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Tangsel mencapai 807 kasus, terdiri 701 dinyatakan sembuh, 9 orang dirawat, dan 97 meninggal.

BACA :  Warga Korban Gusuran di Cilegon Unjuk Rasa Tuntut Kejelasan Nasib

WFH dengan Kontrol Ketat

Menyusul diperpanjangnya PSBB, WH juga menginstruksikan untuk memberikan perhatian terhadap kehadiran kerja bagi pegawai di pemerintah daerah maupun swasta agar menjadi perhatian.

Selain itu, lanjutnya, perlu mempertimbamgkan kembali pemberlakuan work from home (WFH) dengan proses evaluasi dan kontrol yang ketat. Termasuk kegiatan masyarakat atau keramaian harus tetap mendapatkan perhatian oleh aparat penegak hukum. 

“Pengawalan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum selama ini jangan sampai sia-sia,” ucap suami Niniek Nuraini ini.

Sebelumnya, pada Kamis, 5 Agustus 2020. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, bahwa pelayanan pasien umum pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten telah dibuka kembali.

Ia menjelaskan, ada sekitar 150 ranjang diperuntukkan bagi pasien umum. Sementara untuk pasien Covid-19 sekitar 100 ranjang.

“Paisen non covid-19 sudah masuk (RSUD) kemarin itu pasien rawat jalan sehari berkisar 50 sampai 60 pasien, untuk rawat inap dua hari yang lalu ada sekitar 20 orang,” ujar dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler