Connect with us

Berita Terbaru

PPDB SMA/SMKN di Banten Selalu Kisruh, Praktisi Pendidikan Sarankan Sistem yang Transparan

Published

on

Praktisi Pendidikan di Banten, Maman Suherman. (Dok. Pribadi)

Serang- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Negeri di Banten pada tahun 2020 kembali mendapat sorotan masyarakat. Menyusul, terdapat lima pelajar di Kabupaten Tangerang yang berencana menggugat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten.

Adalah Maman Suherman. Praktisi Pendidikan di Banten ini berpendapat seharusnta sistem PPDB lebih transparan dan akuntabel dalam pelaksanaannya.

Bukan tanpa alasan, Ia melihat setelah PPDB usai kerap ada sekolah yang megalami murid kekurangan murid. Tapi disisi lain ada juga sekolah yang melebihi kuota atau kapasitas daya tampungnya.

“Itulah pentingnya sistem yang transparan dan akuntabel dalam PPDB,” kata Maman saat dihubungi BantenHits.com, Jum’at 14 Agustus 2020. 

BACA :  JLS Ambrol Dihantam Banjir, Akses Cilegon-Ciwandan Terputus

Maman menjelaskan, transparan yang dimaksud ialah berapa kapasitas tersedia dan berapa yang akan diterima. Sudah sesuaikah dengan aturan Kemendikbud. Misalnya, satu sekolah daya tampung 10 kelas, per kelas 32, berarti 320 siswa.

Terkadang, lanjut Maman terjadi rombel bertambah, karena peminat bertambah. Sehingga daya tampung 10 kelas jadi lebih dari sepuluh. Belum lagi, per kelas 32 orang bisa jadi lebih dari itu.

Meski demikian, Maman berharap agar calon peserta didik baru tetap melanjutkan sekolah mengingat saat ini pemerintah sudag meniadakan sekolah favorit. Artinya jika belum ada kesempatan masuk ke sekolah negeri, masih ada sekolah swasta. 

“Buat peserta didik, karena pemerintah sudah meniadakan sekolah pavorit melalui sistem zonasi, maka sekolah di swastapun tak masalah,”tuturnya.

BACA :  Kemendes Sebut Surat Edaran Bupati Pandeglang Tabrak Empat Aturan, Irna: Itu Hoax!

“Ini memang persoalan yang harus mendapatkan perhatian semua. Masih ada ketidak perbedaan antara SMAN/SMKN dan MAN/MAS yang diakibatkan dari regulasi pemerintah (yang dari Pemda terkadang tidak bersamaan dengan dari Kemenag),”tambahnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler