Connect with us

Berita Terbaru

Satu Bulan Polda Banten Gagalkan Penyelundupan 303 Kilogram Ganja dari Aceh

Published

on

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar saat memberikan keterangan pers usai pemusnahan barang bukti 303 Kilogram ganja. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang- Ditresnarkoba Polda Banten berhasil mengamankan barang bukti ganja seberat 303 Kilogram. Jumlah tersebut merupakan hasil ungkap kasus selama satu bulan terakhir.

Selain barang bukti, Polda Banten juga mengamankan beberapa tersangka seperti MT (40), LA (39), FA (22), RP (20) dan RF (25).

Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penangkap ini terjadi di pertengahan bulan Juli 2020, bermula adanya informasi pengiriman barang dalam jumlah besar dari Aceh menuju Tangerang Banten.

Barang haram tersebut akan di muat di daerah Lampung menggunakan kendaraan truk puso yang merupakan kendaraan perusahaan Gula.

BACA :  Bayi di Tumpukan Daun Pisang Ditemukan Warga di Cempaka Lebak

“Kita tangkap pelaku di Tol Rest area Bogeg, yang dikemas kedalam 3 karung yang di slipkan dalam truk pembawa gula. Situasi covid di salah gunakan pelaku menyisipkan narkoba ke dalam truk,” jelas Susatyo saat pemusnahan barang bukti ganja di halaman Mapolda Banten.

Di tempat yang sama, Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menambahkan, sejak 5 agustus telah Ditresnarkoba Polda Banten berhasil narkotika ganja, pedaran dari aceh menuju jakarta yang melintas di wilayah banten. Dengan total keseluruhan sebanyak 303 kg.

“Dalam waktu kurang lebih 1 bulan Ditresnarkoba Polda Banten. Ini pengungkapan kedua dengan total sebanyak 303 kg. Ini prestasi yang cukup menggembirakan, mudah mudahan ini pemancing awal,” tutup Kapolda.

BACA :  21 Paket Ganja Siap Edar Diamankan Polisi

Atas perbuatan, para pelaku di jerat pasal 114 ayat (2), pasal 111(2), pasal 132 ayat (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimum pidana mati.

Untuk diketahui 303 Kilogram ganja tersebut kemudian dimusnahkan setelah dicek keasliannya oleh Biddokes Polda Banten.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler