Connect with us

Berita Terbaru

Banyak Kapal Tongkang Labuh Jangkar di Pulau Liwungan, Wisatawan Mengeluh

Published

on

Kapal tongkang terpantau labuh jangkar di Perairan Pulau Liwungan. (Istimewa)

Pandeglang – Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pandeglang menyoroti maraknya tongkang atau kapal pengangkut batu bara labuh jangkar di wilayah perairan Pulau Liwungan, Kecamatan Panimbang.

Dari pantauan, terlihat ada 6 tongkang yang dipenuhi batu bara labuh jangkar di wilayah tersebut. Hal itu, membuat Asosiasi Pokdarwis geram lantaran merusak keindahan Pulau yang merupakan tempat wisata.

Anggota Asosiasi Pokdarwis Pandeglang, Karim Amrullah mengatakan, tongkang tersebut terlalu dekat jaraknya dengan Pulau Liwungan. Sehingga hal ini juga banyak dikeluhkan oleh wisatawan yang berkunjung ke Pulau Liwungan.

“Pulau Liwungan ini indah, tapi sayang banyak tongkang yang mengganggu. Jarak tongkang dengan Pulau sekitar 1 kilometer, ini terlalu dekat,” katanya, Minggu, 23 Agustus 2020.

BACA :  Niat Ziarah ke Sumur 7, Pria Asal Lebak Tewas saat Mendaki Gunung Karang

Karim meminta, pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar Labuan dapat menertibkan tongkang tersebut. Supaya tak mengganggu aktivitas pariwisata di Pandeglang.

“Harus ditertibkan apapun alasannya, karena kami merasa dirugikan oleh aktivitas tongkang di sana,” pungkasnya.

Sementara Petugas Wilayah Kerja Syahbandar Pos Panimbang, Sudarso mengatakan, tongkang tersebut hanya menunggu antrian untuk bongkar batu bara di PLTU II Labuan. Alasan tongkang labuh jangkar disana, lantaran wilayah tersebut terbilang aman dari gelombang tinggi.

“Disitu hanya menunggu antrian saja, mau bongkar di PLTU, jadi kami bolehkan. Karena disana (Pulau Liwungan) terbilang aman dari gelombang,” jelasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler