Connect with us

Berita Utama

Warga Ramai-ramai Geruduk Paramount Land Tangerang, Protes Kenaikan Iuran Keamanan

Published

on

Warga saat aksi unjuk rasa di kantor Paramount Land Tangerang. (Istimewa)

Tangerang- Ratusan warga dilingkungan Claster dan Ruko menggeruduk kantor Paramount Land, Jalan Boulevard Raya, Gading Serpong, Pakulonan, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Kamis 27 Agustus 2020.

Menggunakan kendaraan roda empat, mereka konvoi dan berteriak penolakan Iuran Pemeliharaan dan Keamanan Lingkungan (IPKL).

Stefanus Korsinator massa aksi, menegaskan warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Lintas Cluster-Ruko Paramount (Pawal Clup) itu menolak kenaikan IPKL 50 persen saat pandemi Covid-19.

“Kenaikan itu rata-rata ada yang 20, 40, 60 hingga 100 persen. Contohnya, ruko Moscow yang di depan itu, dari Rp455 ribu jadi Rp1 juta lebih,”katanya.

BACA :  DPMPTSP Tangsel Optimalkan Pelayanan Online

Menurutnya, warga juga menolak pengurangan gaji dari seluruh satpam yang bekerja di Paramount Land tersebut.

“Kita juga membantu teman-teman satpam karena penurunan gaji di masa pandemi,” ucapnya.

Ia juga meminta pihak Paramount Land harus mematuhi standar dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (Mou).

“Tidak hanya itu juga, Paramount Land harus meng-audit fasilitas sosial (fasos) ssebelum serah terima. Serta, membentuk RT dan RW diseluruh cluster dengan segera,”jelasnya.

Sementara itu, Management (PEM) selaku pengelola estate di Gading Serpong menyampaikan beberapa tanggapan terhadap aspirasi warga.

Melalui Associate Director PEM, Gading Serpong, Lucas Maringka menerangkan IPKL merupakan iuran yang dikenakan kepada warga atau penghuni, yang digunakan untuk mengelola lingkungan agar tetap terpelihara dan terjaga kebersihan dan keamanannya.

BACA :  Banten, Provinsi Ketiga Terpadat Setelah DKI dan Jabar

Menurutnya penyesuaian tarif IPKL dilakukan setiap tahun, menyesuaikan dengan kondisi, terutama karena adanya inflasi maupun kenaikan barang dan jasa untuk pemeliharaan.

Untuk itu, sejak awal Juli 2020, pihak PEM telah melakukan sosialisasi dan musyawarah dengan para warga klaster/ruko terkait penyesuaian tarif IPKL tersebut dan telah mendapatkan persetujuan dari mayoritas warga klaster/ruko.

“Tujuan utama penyesuaian tarif IPKL ini adalah agar kami dapat menjaga dan meningkatkan standar pelayanan dan pengelolaan kebersihan dan keamanan lingkungan untuk kenyamanan warga yang tinggal di Gading Serpong,”katanya.

“Kami pun terbuka terhadap aspirasi warga klaster/ruko baik berupa masukan, saran maupun kritik membangun untuk meningkatkan pelayanan kami,”tambahnya.

Lucas mengaku telah membuka opsi dan memberikan kebebasan kepada warga, sekiranya warga tidak menyetujui penyesuaian tarif yang kami ajukan dan memilih untuk melakukan pengelolaan lingkungan secara mandiri.

BACA :  Polres Cilegon Sudah Ujicobakan Ganjil-genap untuk Wisatawan di Pantai Anyer, Warga Lokal dan Angkutan Khusus Dikecualikan

Tentunya hal ini harus disetujui mayoritas warga klaster terkait dan melalui masa transisi yang perlu disepakati bersama.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler