Connect with us

Berita Terbaru

Senop Sukarno 2 Tahun Jualan Miras untuk Nafkahi Anak Istri, Berulangkali Kongkow dan Teler Bareng

Published

on

Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang saat menginterogasi tersangka penjual CIU oplosan dalam ungkap kasus di Mapolres Kota Tangerang, Jumat 28 Agustus 2020. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang- Senop Sukarno (37) warga warga Kampung Pos Bitung, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang harus merasakan dinginnya penjara.

Bukan tanpa alasan, Ayah satu anak ini ditetapkan sebagai tersangka atas meninggalnya 5 warga Kabupaten Tangerang saat pesta miras oplosan di Ruko Cluster Florence Citra Raya, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Senop merupakan seorang penjual miras. Ia sudah dua tahun menjajaki bisnis haram itu untuk menafkahi istri dan anak semata wayangnya yang duduk dibangku SMP.

Dijual dengan harga Rp20 ribu/liter. Senop tak jarang turut kongkow dan menenggak bareng CIU dagangannya bersama dengan para pembeli.

BACA :  Mangkraknya Proyek Drainase di Kunciran Jaya karena Minimnya Modal Kontraktor

Kepada BantenHits.com, Senop tak pernah menduga bisnisnya itu bisa membuatnya meringkuk dibalik jeruji besi. Apalagi sampai membuat nyawa orang melayang.

“Saya enggak pernah nyangka bisa kejadian seperti ini. Mungkin saya lagi kena sialnya, sekarang mah ikut prosedurnya saja akan seperti apa,” kata Senop saat berbincang dengan Bantenhits.com sebelum press rilis di Mapolres Tangerang Kota dimulai, Jumat 28 Agustus 2020.

“Tadinya kan diajak nongkrong doang, yah namanya temen kan, masak saya tolak. Eh enggak tahunya, yang mesen CIU ke saya itu datang. Yaudah karena memang udah sering nongkrong sama mereka, saya juga ikut nimbrung minum di sana,”tambahnya. 

Ia memutuskan untuk ikut serta berpesta lantaran para pemuda tersebut merupakan teman satu tongkrongan. Bahkan beberapa korban diantaranya merupakan tetangga rumah.

BACA :  Kejari Pandeglang Tunggu Hitungan Kerugian Negara Kasus Korupsi Dana Tunda

“Pastinya enggak nyangka. Selama hampir 2 tahun saya jualan, enggak pernah ada kejadian apa-apa. Termasuk sama mereka ini, saya sering nongkrong bareng karena udah pada kenal. Tapi, tetap saya harus bertanggungjawab. Sekarang mah ikut prosedurnya aja,” tuturnya. 

Atas perbuatannya, Senop Sukarno kini sudah ditahan di Mapolres Kota Tangerang. Ia disangka melanggar Pasal 62 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 204 KUHP tentang Perbuatan Melawan Hukum Karena Menjual Barang yang Membahayakan Jiwa dan Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 20 penjara.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler