Connect with us

Berita Terbaru

Guru di Banten Dituntut Lebih Kreatif Menyediakan Materi Ajar selama Belajar Online

Published

on

Omar Institute menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Banten menyelenggarakan webinar pendidikan menyoal “Media Pembelajaran di Era New Normal” melalui Zoom Meeting pada Sabtu malam, 29 Agustus 2020.(BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Media pembelajaran menjadi sorotan penting saat sektor pendidikan terpapar Covid-19. Sementara transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi harus tetap diprioritaskan.

Mentikapi kondisi ini, Omar Institute menggandeng Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Banten menyelenggarakan webinar pendidikan menyoal “Media Pembelajaran di Era New Normal” melalui Zoom Meeting pada Sabtu malam, 29 Agustus 2020.

Dalam acara tersebut, Omar Institute dan IGI Wilayah Banten menghadirkan dua narasumber kompeten dalam bidang media pembelajaran untuk berbagi pengalaman dan tips atau trik agar media pembelajaran bisa digunakan para pendidik dengan lebih menarik, berkesan, dan diterima oleh para peserta didik.

BACA :  Al-Muktabar Ingin Pemprov Banten Bersinergi dengan Ormas Islam Mathla'ul Anwar

Dua nara sumber itu di antaranya, Harjono, M.Si selaku Sekretaris Umum IGI Wilayah Banten sekaligus Praktisi Pendidikan dari SMAN CMBBS (Cahaya Madani Banten Boarding School), dan Reza Anwari, selaku Ketua Program Keahlian Akomodasi Perhotelan SMKN 1 Kota Serang sekaligus sebagai Kreator Muda dalam Bidang Media Pembelajaran.

Selanjutnya, kedua nara sumber tersebut, berbagi pengalaman dan memberikan beberapa trik serta tips bagaimana memulai pembuatan media pembelajaran dengan aplikasi gratis, mudah diunduh di google, yang paling penting adalah ukurannya yang ringan, bisa dipakai memakai smart phone (Android).

Menurut Harjono, para pendidik harus lebih cerdas membuat media pembelajaran yang lebih simpel dan menarik perhatian para peserta didik yang berada di rumah masing-masing. Sejak pandemi pembelajaran langsung (tatap muka) di kelas tak lagi berlaku. Sekolah sebagai lembaga pembelajaran bagi para peserta didik, sangat rentan dengan penyebaran Covid-19.

BACA :  Kunjungi Tangsel, Petinggi WTA Cek Kesiapan Global Innovation Forum 2016

“Kerumunan di sekolah yang masif sangat sulit dikendalikan, selain fasilitas sekolah juga harus disiapkan dan memenuhi standar protokol kesehatan menjadi salah satu faktor pembelajaran tatap muka ditiadakan dan diganti dengan pembelajaran jarak jauh yang dikenal dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh) dengan sistem daring,” ujarnya.

Sementara itu, Reza Anwar menuturkan, para pendidik harus membanting setir, membuat strategi baru agar tetap pembelajaran berlangsung, tentu dengan membuat media pembelajaran yang berbasis IT (informasi teknologi), namun tetap simpel dan menarik.

“Jika tak diimbangi dengan kreativitas, maka para pendidik akan ketinggalan kereta. Artinya, para pendidik ditantang untuk lebih kreatif dan melek IT,” tuturnya.

Webinar yang berlangsung khidmat itu dimoderatori oleh Iip Rifai, pegiat Omar Institute. Sedangkan pesertanya adalah para pendidik dengan jumlah cukup banyak, hingga mencapai 82 orang yang terdaftar, berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Banten.

BACA :  Begini Cara PT Ching Kai Lie Palsukan Solar

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler