Connect with us

Berita Terbaru

Buntut Muncul Klaster ASN, Tiga OPD di Kota Cilegon Ditutup 14 Hari

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi saat memberikan keterangan pers mengenai persiapan Pemkot Cilegon menghadapi New normal. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon- Tren Covid-19 di Kota Cilegon terus meningkat. Tercatat 114 warga Kota Baja dinyatakan positif Corona hingga Sabtu, 29 Agustus 2020.

Hal itu membuat Pemerintah tak mau gegabah. Para pemangku kebijakan memutuskan untuk menutup kantor atau menyetop pelayanan di tiga organisasi perangkat daerah (OPD).

Ketiga OPD masing-masing Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Bencana (DP3AKB) dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD).

Keputusan ini diambil setelah muncul klaster Aparatur Sipil Negara (ASN). Di mana salah satu pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon positif Corona.

BACA :  Pria di Lengkong Gudang Tangsel Tewas Gantung Diri

Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi menerangkan penyetopan sementara layanan kantor DPAD merupakan buntuk dari munculnya klaster ASN. Di mana salah satu pegawai di kantor yang mengelola perpustakaan itu merupakan istri dari pejabat di Dinsos yang telah terkonfirmasi positif Covid-19.
 
“Semuanya di off dulu, disterelisasi dulu,”ujar Edi, Senin, 31 Agustus 2020.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan aparatur sipil negara (ASN) semakin meluas, Edi juga meminta agar kunjungan ke Cilegon diperketat.
 
“Yang kungker mau ke sini saya minta di rapid test, dipastikan tidak terkontaminasi Covid-19,”bebernya.

Sementara terpisah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra mengungkapkan, meskipun pelayanan kantor DPAD dihentikan sementara namun untuk para pegawai tetap bekerja di kantor.
 
“Dihentikan selama 14 hari untuk disterilisasi,”tandasnya.

BACA :  Jin Penumpang Lion Air Positif Kena Corona, Kondisi 187 Lainnya dan 11 Kru yang Terbang Bersama Belum Diketahui

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler