Connect with us

Berita Utama

Setelah Lima Mati Sia-sia, Giliran Warga Tapos Tewas usai Pesta Miras di Alun-alun Tigaraksa

Published

on

Pesta miras oplosan

Ilustrasi (net)

Tangerang- R warga Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang dilaporkan meregang nyawa, Senin, 31 Agustus 2020. Ia tewas usai menenggak miras oplosan.

Informasi yang diperoleh, R meninggal dunia usai nongkrong bareng sejumlah rekannya di Alun-alun Tigaraksa, Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada Jumat 28 Agustus 2020 lalu.

“Iya, betul informasinya. Ada korban meninggal dunia usai menenggak minuman keras,” kata Kanit Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa Iptu Bambang Sutrisno saat ditemui di ruang kerjanya.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia usai mengalami muntah-muntah setelah menenggak minuman keras. Meski sempat dibawa ke rumah sakit pada Sabtu 29 Agustus 2020, kondisi korban akhirnya tak bisa tertolong.

BACA :  36 KK di Neglasari Direlokasi ke Rusun Gebang Raya

Pihak kepolisian pun saat ini belum bisa memberikan keterangan lebih detail. Sebab, petugas masih melakukan penyelidikan atas kasus meninggalnya warga Desa Tapos akibat minuman keras tersebut.

“Yang jelas, kami akan mengungkap kasus ini. Iya semuanya (bagaimana kejadiannya hingga siapa pelaku penjual miras),” ujar Iptu Bambang Sutrisno.

Sebelumnya diketahui, seminggu yang lalu minuman keras oplosan juga menewaskan lima warga Kabupaten Tangerang usai pesta miras di Ruko Cluster Florence Citra Raya, Sabtu, 22 Agustus 2020 malam. Mereka adalah YO, BA, FR, PE dan MA.

Kelimanya diketahui meninggal dunia lantaran menenggak minuman keras jenis CIU yang diketahui telah dioplos dengan obat nyamuk oles dan spirtus. CIU tersebut, belakangan diketahui dibeli di salah satu warung di Desa Cukang Galih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

BACA :  Rano Kunjungi Lebak, KTP Ingatkan Soal Disclaimer dan Defisit Anggaran

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan status tersangka terhadap Senop Sukarno (37), Warga Kampung Pos Bitung, Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Tersangka terancam dijerat Pasal 62 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 204 KUHP tentang Perbuatan Melawan Hukum Karena Menjual Barang yang Membahayakan Jiwa dan Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 20 penjara.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler