Connect with us

Berita Terbaru

Polisi Seret Centeng Tanah di Kabupaten Tangerang ke Penjara, Gagahi Gadis Desa Modus Air Pemikat Jodoh

Published

on

Tangerang- J (50) warga Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang tega menggagahi Mawar -bukan nama sebenarnya-. Gadis desa itu direnggut keperawanannya setelah terhasut bujuk rayu oknum centeng tanah tersebut.

Ironinya, J masih bebas berkeliaran meski telah melakukan perbuatan bejat berkali-kali.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Kota memastikan akan menahan terduga pelaku berinisial J, seorang oknum centeng tanah di Kecamatan Mauk yang telah tega menggagahi Mawar.

“Terduga pelakunya kita pastikan akan tetap kita tahan,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Kota AKP Ivan Adhitira saat dihubungi Bantenhits.com, Kamis 3 September 2020.

Ivan mengaku masih perlu menunggu rampungnya hasil penyelidikan. Seperti keterangan dari para saksi dan hasil visum kasus tersebut.

BACA :  Jelang UN, Dindik Siapkan 24 Ribu Kartu Peserta

“Karena dari hasil visum itu nanti akan ada keterangan dari ahli yang menyatakan benar bahwa korban ini mengalami dugaan pencabulan. Kan laporan awalnya juga begitu (pencabulan),” ujar Ivan.

Sebelumnya, Mawar -bukan nama sebenarnya- harus kehilangan keperawanannya setelah digagahi oleh oknum seorang centeng tanah.

Warga Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang itu menjadi korban kekerasan seksual oleh J (50) yang tak lain warga tetangga kampungnya.

Pria paruh baya itu berkali-kali menggagahi Mawar. Bahkan tanpa ampun, J tega mensodomi Mawar.

Kepada BantenHits.com, D orang tua mawar menceritakan kronologis anak perawannya disetubuhi oleh J. Mulanya, J berpura-pura sebagai paranormal yang akan meramal jodoh dari Mawar.

Berulang kali menolak, J memaksa ingin meramal Mawar. Dengan sebuah ancaman, J berhasil meramal Mawar. Ia menyebut bahwa Mawar akan sulit mendapatkam jodoh jika tak mau menuruti permintaannya.

BACA :  Pingsan saat Tiba di Tanah Kelahiran, Ini Beberapa Fakta Mengejutkan Penyambutan Siti Asiyah

Terbujuk rayuan J, Mawar dibawa ke sebuah kebun kosong yang tak jauh dari rumah pria paruh baya ini. Di sana, sang oknum centeng tanah tersebut mulai melancarkan aksinya dengan seolah-olah meramal jodoh melalui telapak tangan Mawar.

Selain itu, J juga memberikan sebuah botol yang sudah diisi air putih. Air itu harus diminum oleh Mawar jika ia ingin segera mendapatkan jodoh.

“Jadi anak saya cerita bahwa dia diminta untuk minum air putih dari dia yang sudah di jampein. Katanya air itu diminum supaya cepat dapat jodoh,” ujar D.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler