Connect with us

Berita Terbaru

Soal Mutasi Kepala SMA/SMK Negeri, Wagub Andika Evaluasi Kinerja Dua OPD

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy saat memberikan keterangan pers soal utang Pemprov Banten ke PT SMI. (Istimewa)

Serang- Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengaku akan mengevaluasi kinerja dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. Masing-masing Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Evaluasi sendiri dilakukan setelah ramainya tentang rotasi, mutasi kepala SMA/SMK Negeri di Banten yang dicurigai bermasalah dan kangkangi Permendikbud.

“Nanti dievaluasi setelah mendapatkan laporannya. Kita sedang menunggu laporannya dulu ya,” kata Andika kepada BantenHits.com, usai mengikuti pendaftaran Bapaslon Tatu – Panji, di KPU Kabupaten Serang, Sabtu, 5 September 2020.

Anak mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu menambahkan, secara kelembagaan Pemerintah Provinsi Banten baik Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, belum mendapatkan laporan secara utuh.

BACA :  Dua Warga Malingping Ngadu ke Camat karena Tak Dilayani Lurah

“Saya belum dapat laporan secara utuh. Secara teknis nanti kontak BKD,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala BKD Banten, Komarudin mengatakan, terkait dengan masa jabatan atau pengabdian, dalam prosesnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah mengikuti aturan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2020. Adapun, soal paling lama delapan tahun dan lain sebagainya pihaknya pun mengakubal itu masih terjadi. Sebab, tidak mungkin pelaksanaan rotasi, mutasi tahap sekarang (kemarin itu) bisa terakomodir secara keseluruhan karena terdapat pada 250 sekolah.

“Jadi, kalau ada masa jabatannya mungkin lebih dari delapan tahun itu nanti giliran berikutnya. Karena sampai Desember ini masih ada yang kosong, karena pensiun dan itu akan kita isi,” kata Komar kepada awak media, saat diwawancara di Gedung Setda Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu sore, 2 September 2020.

BACA :  Transaksi Sabu, 2 Pemuda Jatiuwung Diringkus Polisi

Disisi lain Komar mengaku, jika kepala sekolah SMA/SMKN di Tanah Jawara ini masih ada yang menjabat lebih dari delapan tahun. Namun, hal itu akan dilakukan pada tahap rotasi, mutasi yang akan datang. Lalu, jika terdapat kesalahan penulisan identitas diri pada SK (Surat Keputusan) maka akan diperbaiki dikemudian hari.

“Misalnya, ada yang kepala sekolahnya lebih dari delapan tahun. Kita masih ada. Tapi sebagian besar sudah kita lakukan pergeseran. Nah, kalau yang belum nanti diberikutnya. Ketika ada kesalahan dalam SK akan dilakukan perbaikan. Salah ketik nama, salah ketik usia, itu kan bisa diperbaiki,” ungkapnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler