Connect with us

Berita Terbaru

BPBD Kab. Serang Tak Bisa Bantu Warga Korban Kekeringan, Alasannya PSBB

Published

on

Staf Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Arif mengatakan pendistribusian bantuan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan terhambat. Alasannya karena Pandemi Covid-19. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mengaku tak bisa berbuat banyak untuk membantu masyarakat yang tengah dilanda kekeringa. Alasannya, terhalang wabah Covid-19.

Bencana kekeringan merupakan salah satu rutinitas yang kerap terjadi pada setiap tahun di kabupaten yang memiliki motto Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe ini.

Staf Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Serang, Arif mengaku apabila pihaknya melakukan pendistribusian sudah pasti mengumpulkan banyak masa alias terjadi kerumunan massa. 

BACA :  Bawa 3,5 Ton Beras dan 60 Dus Mie Instan, Cemindo Gemilang Sambangi Posko Pengungsian di Sajira dan Lebakgedong

“Sekarang ini kekeringan, biasanya pada tahun ke tahun mendistribusikan air. Tapi tahun ini tidak ada, padahal permintaan ada ke kita, tidak bisa berbuat banyak karena terhalang Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB),” kata Arif

Ia menyebutkan, kekeringan itu ada di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara sekitaran pesisir pantai. Karena jika melakukan pendistribusian nanti sudah pasti banyak masa yang berkumpul atau terjadi kerumunan massa dan ketika itu dipaksakan dikhawatirkan kena teguran dari pemerintah.

“Jadi tahun 2020 ini mulai dari awal Januari sampai Februari terdapat bencana banjir di tiga kecamatan,” ungkapnya.

Arif kembali menjelaskan, bencana yang sudah menjadi langganan di Kabupaten Serang selain kekeringan juga bencana banjir dan longsor. Sementara saat ini masyarakat Kabupaten Serang dan seluruh Indonesia bahkan dunia sedang dihadapkan dengan bencana non alam atau wabah Covid-19.

BACA :  Sejumlah Daerah Sudah Local Lockdown, PLN Diminta Jamin Kesediaan Listrik Agar Kondisi Warga Tak Semakin Sulit

“Kalau longsor itu ada di Mancak, Pulau Ampel dan dan Bojonegara,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler