Connect with us

Berita Terbaru

Perempuan dan Anak Rentan Jadi Korban Kekerasan Selama Pandemi, P2TP2A Banten Intens Pendampingan

Published

on

Ilustras Kekerasan terhadap anak (Keprinet)

Pandeglang – Kasus kekerasaan perempuan dan anak di Provinsi Banten semakin mengkhawatirkan. Selama pandemi Covid-19 ini saja, angka kasus tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan.

Dari catatan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Banten, hingga 10 September 2020, ada 23 kasus kekerasaan perempuan dan anak. Padahal, pada tahun 2019 angka ini hanya mencapai 11 kasus.

“Untuk kasus kekerasaan terhadap perempuan dan anak meningkat. Pandemi ini membuat perempuan dan anak-anak rentan kekerasan,” kata Wakil Ketua P2TP2A, Yayah Rukhiyah saat pembagian sembako di Pandeglang, 10 September 2020.

Saat pandemi seperti ini, P2TP2A Banten juga mengaku sering melakukan pendampingan psikologis kepada perempuan yang mendapat kekerasaan dalam rumah tangga, misal tekanan ekonomi dari suami atau mertuanya.

BACA :  Sekretaris Kecamatan Jambe Positif Covid-19, Kondisinya dalam Perawatan di RSUD Tangerang

“Secara psikologis mereka ada yang depresi juga mendapatkan tekanan, lalu kami tangani dengan beberapa kali terapi,” jelasnya.

Sementara untuk pembagian sembako ini, menjadi salah satu program PT2P2A Banten dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok perempuan yang menjanda dan para korban Pemecatan Hubungan Kerja (PHK).

“Bantuan dan ini bentuk kepedulian kami, memang tidak banyak tetapi ada beberapa hal yang harus kami lakukan untuk meringankan beban mereka,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler