Connect with us

Berita Utama

Soal Penemuan Arca di Gunung Karang; Ahli Sebut Buatan Zaman Sekarang, Ustaz Asal Tangerang Sebar Takhayul Ngaku Hasil Tirakat

Published

on

Kepala arca atau patung ditemukan tergeletak di wilayah Gunung Karang. (Istimewa)

Pandeglang – Penemuan kepala arca atau patung di area Gunung Karang, Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat, 11 September 2020, ternyata diwarnai tahayul alias cerita hayalan yang dikaitkan dengan kesaktian.

Hal tersebut terungkap setelah BantenHeritage melakukan penelusuran di lokasi sekitar penemuan kepala arca tersebut.

Laporan BantenHeritage soal penelusuran penemuan kepala arca yang ditulis Dadan Sujana itu, diteruskan kepada BantenHits.com, Ahad sore, 13 September 2020.

Dalam laporan disebutkan, Abah Upi yang semula disebut-sebut sebagai penemu kepala arca ternyata hanya diminta untuk mendatangi lokasi oleh Kepala Desa Pasir Peuteuy.

“Dari Abah Upi diperoleh informasi bahwa dirinya diminta oleh Kepala Desa Pasir Peuteuy untuk mendatangi lokasi kepala arca tersebut,” tulis laporan Tim BantenHeritage, Dadan Sujana.

BACA :  Delapan Tahun Lumpuh, Warga Miskin di Pandeglang Tak Tersentuh Bantuan

Abah Upi mengaku, saat tiba di lokasi, sudah ada kepala arca dan sudah dikasih tanda serta kain kapan sekira 50 meteran.

“Intinya bahwa, bukan Abah Upi yang menemukan patung arca tersebut. Dari Abah Upi lah, diperoleh nama Abah Sain, Ketua RW 01, lokasi tempat ditemukannya benda tersebut,” lanjut Dadan dalam laporannya.

Ustaz Ngaku Hasil Tirakat

Tim BantenHeritage pun kemudian menemui sosok Abah Sain, yang disebutkan Abah Upi. Abah Sain ternyata tetangga Nurjaya, seorang juru pelihara situs Pahoman yang ada di sekitar lokasi.

Dari keterangan Abah Sain, Tim BantenHeritage, mendapati ada yang aneh ikhwal penemuan patung arca tersebut.

“Keanehan karena patung yang kemudian diketahui patung Arca Avalokitesvara dengan tinggi 40 cm dan lebar 21 cm itu ada tidak ada yang tahu asal usul keberadaannya,” terang Dadan masih dalam laporan yang sama.

BACA :  Karutan Jambe Ancam Tindak Tegas Anak Buahnya yang Terlibat Peredaran Narkotika

“Dia mengatakan bahwa awalnya ada seorang Ustadz bernama Didi yang berasal dari Tangerang kerap datang ke tempat tersebut. Dia lah yang mengatakan bahwa ditemukan patung hasil dari tarekatnya di lokasi tersebut,” sambungnya.

Keterangan pria yang ngaku Ustaz Didi ini bahkan diamini Nurjaya. Menurutnya akan muncul badannya dari kedalaman tanah 170 meter di permukaan tanah.

Karena keterangan mereka dianggap tak masuk akal, Abah Sain kemudian membawa patung tersebut ke rumahnya, untuk diamankan. Hal itu dilakukan setelah Tateng Aji, Kasi Purbakala, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang mengunjungi lokasi tersebut.

Diragukan Ahli

Secara ikonografi, BantenHeritage meragukan patung berjenis Avalokitesvara tersebut hasil peninggalan kerajaan pra Islam. Setidaknya ada tiga hal yang meragukan pada patung itu, yakni:

BACA :  Marwan Jafar Kasih "Bocoran" Supaya Pandeglang Tidak Daerah Tertinggal

1.Hidung yg terlalu lebar
2.Ujung bibir yang sangat tersenyum
3.Pahatan rambut kasar

“Kita dapat melihat yang asli tidak seperti itu. Patahan di bahu juga nggak sesuai dengan patahan natural,” ungkap Dadan.

Untuk memastikannya, BantenHeritage juga menyebut sudah meminta pendapat ahli dari Universitas Indonesia, Prof. Agus Aris Munandar.

Kepada BantenHeritage, Agus Aris mengatakan bahwa diduga kuat kepala arca tersebut buatan jaman sekarang.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler