Connect with us

Berita Terbaru

Jenderal Polisi Ini Bikin Pendekar dan Jawara di Banten Terkesan, Ini Sebabnya

Published

on

Brigjen Sigit Prabowo

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat pisah sambut, 2019 Islam. (BantenHits.com/Mahyadi)

Serang – Banten dikenal dengan sebutan sebagai Tanah Jawara. Bukan tanpa sebab, nyaris di saban pelosok di Banten terdapat perguruan silat.

Ternyata, para jawara dan pendekar Banten yang kemampuan silatnya tak diragukan, ternyata terkesan dengan sosok jenderal polisi yang satu ini. Siapa jenderal polisi tersebut?

Dikutip BantenHits.com dari SindoNews.com, para pendekar dan jawara di Banten terkesan dengan kepemimpinan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang pernah menjadi Kapolda Banten pada 2016-2018.

Saat itu Listyo sangat menaruh perhatian terhadap keberadaan perguruan silat di Banten. Seluruh perguruan dirangkul dan dipersatukan dalam sebuah peragaan besar.

BACA :  Dewan Minta Usulan Reses Prioritas, Irna: Kalau di Tengah Jalan Kami Bingung

“Lebih dari tiga ribu pendekar silat dan jawara debus unjuk kebolehan jurus dan debus di satu tempat saat Listyo menjabat Kapolda,” ujar Ketua Umum DPP Perguruan Pencak Silat Terumbu Banten, Yadi Sugiadi dalam keterangan tertulis, Minggu, 13 September 2020.

Menurut Yadi, peragaan besar yang digelar di Alun-Alun Serang, Banten, November 2017 silam berhasil mencatatkan Rekor MURI. Pagelaran itu atas inisiasi dan peran Listyo. Para pendekar dan jawara tergabung dalam perkumpulan Tapak Karuhun ini berasal dari berbagai paguron (perguruan). Di antaranya Paguron Terumbu, TTKDH Cimande, Bandrong dan Macan Guling.

“Bukan saja menginisiasi, Pak Listyo juga turut melibatkan diri. Itu sebagai wujud pendekatan dan komunikasi langsung dalam merangkul paguron-paguron untuk bersama-sama menjaga keamanan Banten,” puji Ketua Paguron TTKDH Cimande, TB Mulyana mengapresiasi.

BACA :  Seorang Pria Ditemukan Tewas di Hotel Flamboyan Tangerang, Diduga OD Obat Kuat

Selama menjadi Kapolda, Listyo juga dikenal dekat dengan tokoh kasepuhan adat di Banten, termasuk Banten Kidul.

“Bagi kami, Listyo merupakan jenderal tanpa sekat, tanpa ada batas, mau terjun menemui masyarakat tanpa melihat latar belakang. Kami didatangi dan diajak diskusi soal menjaga Banten aman,” ujar Ketua Kesatuan Adat Banten Kidul (Sabaki), Irohyadi.

Kesan yang sama juga disampaika tokoh pemuda Banten, Wahyudi Djahidi.

“Sosok dan keteladanan Listyo yang kami lihat mau berinteraksi dengan semua lapisan masyarakat. Kegiatan kepemudaan selalu dibantunya, terutama yang menyangkut kegiatan sosial, seni dan budaya,” ungkap Sekretaris Wilayah Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Banten ini.

Perhatiannya yang besar mengundang kasepuhan adat Banten untuk menyematkan Listyo bukan sebatas sebagai kapolda, tapi juga tokoh budaya yang bisa berdiri di atas semua golongan.

BACA :  Tinjau Vihara Avalokitesvara, Kapolres: Imlek Lancar dan Aman

“Bahkan, kami menganggap Listyo sudah menjadi bagian dari masyarakat Banten. Sebagai bentuk perhormatan, kasepuhan adat Banten sempat menawarkan Listyo menjadi pembina paguron-paguron silat se-Banten,” kata tokoh adat Banten Kidul, sekaligus kasepuhan dari Sabaki, Sukanta.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler