Connect with us

Berita Terbaru

Waspada! Sekda Lebak Gadungan Gentayangan Minta Duit Rp7 Juta untuk Pengangkatan ASN

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Sekda Lebak, Dede Jaelani saat melakukan Sensus Penduduk Online. (Istimewa)

Lebak- Masyarakat Kabupaten Lebak dihebohkan dengan adanya kabar pengangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Mereka dijanjikan bisa diangkat ASN dan menjadi P3K bagi tenaga honorer setelah mengeluarkan duit Rp7 juta untuk biaya administrasi. Ironinya, kabar tersebut datang dari seseorang yang mengaku sebagai Sekretaris Daerah (Sekda).

Usut punya usut, kabar tersebut merupakan sebuah upaya penipuan oknum tidak bertanggung jawab berkedok Sekda Kabupaten Lebak untuk meraup keuntungan.

Kepada awak media, Sekda Kabupaten Lebak, Dede Jaelani mengimbau masyarakat khususnya tenaga honorer mewaspadai penipuan berkedok pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau P3K dengan meminta imbalan sejumlah uang.

BACA :  Aksi Tabrak Lari di Dekat Pintu Tol Alam Sutera Terungkap Setelah Plat Nomor Mobil Mercedes Benz C43 Pelaku Tertinggal

Aksi penipuan ini, menurut Dede cukup heboh lantaran terdapat dua sekolah di Kabupaten Lebak telah dihubungi oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut. Ia berjanji mengangkat honorer di SMK Cibadak dan SMKN 1 Rangkasbitung menjadi P3K.

“Saya mengimbau kepada masarakat untuk tidak mempercayai bila ada orang yang mengaku-ngaku utusan saya maupun sebagai saya bisa memasukan seseorang menjadi ASN atau tenaga P3K,” kata Dede Jaelani, Minggu, 13 September 2020.

Dede mengaku mulai mengetahui adanya penipuan yanh mengatasnamakan dirinya setelah mendapat laporan dari salah satu tenaga honorer yang dihubungi sekda gadungan.

“Beruntung saat perbincangan antara Sekda Gadung dan tenaga honorer itu sempat direkam. Jelas itu bukan suara saya dan sama sekali tidak benar pengangkatan P3K diminta administrasi Rp7 juta. Selain di SMK Cibadak hal serupa juga terjadi di SMKN 1 Rangkasbitung,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian ini.

BACA :  Tiap Hari, Pelajar di Pandeglang Seberangi Sungai Demi Sekolah

Dia juga meminta kepaďa ASN di Lebak untuk berhati-hati bila ada orang yang mengaku utusan Sekda meminta sejumlah uang agar ASN mendapat jabatan.

“Saya juga dapat informasi mutasi kemarin isunya ada yang pakai uang. Saya pastikan tidak ada pakai uang. Semuanya berdasarkan kebutuhan dan prestasi. Insya allah, selama saya menjabat sebagai Sekda ukurannya adalah kinerja dan prestasi. Tidak ada uang dalam mutasi maupun rotasi yang harus dikeluarkan untuk menjadi pejabat di Lebak,” tandas Dede.

“Saya ini diajarkan pak JB saat menjadi bupati untuk sama sekali tak menerima uang apapun berkaitan dengan jabatan apalagi mamanfaatkan ASN untuk mengeruk keuntungan pribadi. Begitu juga ibu Bupati Iti berkonitmen menjadikan ASN benar-benar profesional,”tambahnya.

BACA :  Pengacara Pastikan Tanah Senilai Rp 10 M Masuk LHKPN WH

Disinggung mengenai kemungkinan melaporkan pihak-pihak yang mengaku-mengaku sebagai dirinya yang meminta imbalan uang kepada honorer, Dede mengatakan masih mengumpulkan bukti-bukti terlebih dahulu.

“Dulu kan juga pernah ada seperti ini saya laporkan ke aparat,” tukasnya.

Terpisah Kepala SMKN 1 Rangkasbitung Falati membenarkan ada salah satu staffnya yang sempat dihubungi oleh seseorang melalui telepon sekolah yang memintanya untuk menghubungi Sekda Lebak berikut nomor Hp nya.

“Saya tak percaya begitu saja. Jangan-jangan ini penipuan apalagi SMA/SMK kan di bawah Provinsi. Setelah saya cocokan ternyata berbeda dengan no pak Sekda Lebak,” kata Falati.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler