Connect with us

Berita Terbaru

Bantuan Kuota Gratis Tak Selesaikan Masalah, DPRD Minta Tak Ada Lagi Wilayah Blank Spot di Banten

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Para pelajar saat menikmati fasilitas wifi gratis untuk mengikuti KBM secara daring. (BantenHits.com/Fariz Abdullah)

Serang- DPRD meminta agar Pemerintah Provinsi Banten untuk memberikan solusi konkret bagi para siswa SMK dan SMA di Peloksok Banten untuk melakukan proses pembelajaran ditengah pandemi Covid-19. Terlebih bagi mereka yang tinggal di wilayah pelosok dan sulit sinyal.

Anggota Komisi V DPRD Banten Furtasan Ali Yusuf mengatakan Pemprov Banten saat ini hanya memberikan kuota Gratiis yang telah di anggarakan pada anggaran perubahan 2020.

Padahal, menurut Rektor Uniba ini kuota gratis itu belum bisa menyelesaikan masalah pembelajaran daring, karena masih ada daerah di Banten yang belum terjangkau dengan infrastuktur jaringan.

BACA :  Dinkop Banten Catat 83 Koperasi di Tanah Jawara Nonaktif, Ini Penyebabnya

Kata, Furtasan solusinya untuk masalah pembelajaran secara daring dipelosol Banten itu dengan memberikan akses internet.
 
“Memang bukan Pemprov yang membuat, tapi provider/ perusahaan telekomunikasi,”kata Furtasan saat dihubungi Bantenhits.com, Senin, 15 September 2020.

Menurut Furtasan persoalan daring ini ibarat kendaraan dan bahan bakar minyak (BBM) yang mempunyai kesinambungan.

“Jadi dua duanya harus seiring dan sejalan. Kalau pemerintah baru bisa membelikan bensin belum tentu bisa jalan karnan tidak ada mobilnya,” ibaratnya.

“Pembelajaran daring itu tidak hanya bicara soal quota, harus di perhatikan semua aspek nya,” sambungnya.

Koordinator Komisi V DPRD Banten M. Nawa Said Dimyati menegaskan agar Pemprov Banten sudah memberikan solusi pada proses pelaksanaan Belajar daring.

BACA :  Seruduk Kantor Desa, Warga Cibadak Lebak Pertanyakan Pengelolaan BUMDes

“Harus Sudah ada,” tegas Pria yang akrab disapa Cak Nawa.

Editor: Fariz Abdullah 



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler