Connect with us

AGENDA KPU

Pilkada Dikhawatirkan Jadi Klaster Baru Sebaran Covid-19, KPU Kabupaten Serang: KPU Bukan Regulator

Published

on

Komisioner KPU Kabupaten Serang Idrus saat memberikan keterangan pers menjawab kekhawatiran Pilkada jadi klaster baru penyebaran Covid-19. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Sejumlah kalangan mengkhawatirkan terjadinya klaster baru penyebaran Virus Corona atau Covid-19 dalam pelaksanaan tahapan-tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Banten.

Bukan tanpa alasan, Bawaslu Provinsi Banten telah menyatakan lima pasangan calon peserta Pilkada Serentak 2020 di empat wilayah di Provinsi Banten, melanggar protokol kesehatan saat daftar Pilkada 2020 ke KPU, 4-6 September 2020.

Lima pasangan calon yang melanggar itu yakni pasangan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa, peserta Pilkada Kabupaten Serang.

Kemudian pasangan calon Irna Narulita-Tanto Warsono Arban dan Thoni Fathoni Mukson-Imat Tamamy Syam di Pilkada Pandeglang.

BACA :  Arief-Sachrudin Intens Bahas Program Pembangunan

Di Pilkada Kota Cilegon, pasangan Iye Iman Rohiman-Awab dan di Pilkada Kota Tangsel pasangan calon Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Sudah Mengimbau

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Serang menegaskan, untuk mengantisipasi hal tersebut tetap patuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

Komisioner KPU Kabupaten Serang, Idrus mengaku telah menyampaikan kepada seluruh bakal pasangan calon, pendukung, tamu undangan, dan semua yang hadir (simpatisan) agar dalam setiap tahapan selalu menggunakan protokol kesehatan.

“Artinya protokol kesehatan ini kita terapkan bersama-sama sesuai yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Sebetulnya KPU bukan regulator, ya,” kata Idrus kepada awak media, di kantornya, Senin sore, 14 September 2020.

Ia menegaskan, kekhawatiran adanya klaster baru penyebaran Covid-19 dalam penyelenggaraan Pilkada. KPU Kabupaten Serang berharap dan berdoa semoga tidak ada. Karena ini bukan berlaku hanya di Kabupaten Serang saja, tetapi berlaku nasional (270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota, red) dari Sabang sampai Merauke yang akan melangsungkan Pilkada serentak 2020.

BACA :  Rencana Lion Air Group Buka Penerbangan Lagi di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Izin Khusus Batal

“Saya pikir regulasinya sama, ketentuannya sama. Bahwa ketika pencoblosan pun kita menggunakan protokol kesehatan, misalkan menggunakan sarung tangan yang sekali pakai, terus disediakan juga tempat untuk mencuci tangan, terus juga untuk kotak tinta. Memang ketentuan dalam pencoblosan seluruh tahapan ini kita menggunakan protokol covid-19,” tegasnya.

Lebih lanjut Idrus mengatakan, intinya KPU Kabupaten Serang siap melaksanakan seluruh tahapan dan kegiatan-kegiatan yang sudah di atur dalam peraturan perundang-undangan baik  dalam PKPU maupun pedoman teknis dan seterusnya.

Menurutnya, pedoman teknis ini juga banyak mengatur masalah protokol kesehatan. Misalnya, pembatasan peserta di seluruh kegiatan seperti penetapan, pengundian nomor urut pasangan calon, maka akan dibatasi pesertanya. Kemudian, seluruh kegiatan diyakini taat pada asas dan prosedur.

BACA :  Data Penerima BST Kemensos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Bojong Pandeglang Kacau, Dobel Bantuan hingga Orang Mati Terdaftar

“Kalau persoalan jaminan, kita sama-sama lah. Kita semua warga masyarakat, KPU dalam hal ini penyelenggara dengan seluruh jajarannya, Bawaslu selaku pengawas beserta seluruh jajarannya, juga peserta partai politik dan kawan-kawan, LO dan kawan-kawannya ini, juga semua pihak,” ujar Idrus.

“Sekali lagi! Mari kita sama-sama menggunakan protokol kesehatan. Artinya melaksanakan yang sudah diatur oleh pemerintah, dalam hal ini baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” tegas Idrus menambahkan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler