Connect with us

Berita Terbaru

331 Aset Pemprov Banten Ditarget Bersertifikat di Tahun 2020

Published

on

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banten Rina Dwiyanti saat memberikan keterangan pers. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang- Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten menargetkan 330 aset milik Pemprov Banten bersertifikat di tahun 2020. Mengingat saat ini baru ada 511 aset yang sudah tersertifikasi.

Diketahui, total aset yang dilimpahkan dari Pemprov Jawa Barat ke Pemprov Banten pada tahun 2000 sebanyak 1.022 bidang. Dari kurun waktu 2000 hingga 2019 baru 50 persen atau 511 aset yang baru tersertifikasi.

Sedangkan 50 persen aset akan diselesaikan pada 2020 dan 2021 dengan rincian 330 aset diselesaikan pada 2020 dan 181 aset pada 2021.

BACA :  Truk Tabrak Tiga Pemotor

Kepala BPKAD Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, dari 330 bidang aset hingga saat ini hanya menyisakan 170 bidang yang belum disertifikasi.

“Kita kejar. Mudah-mudahan bisa kita selesaikan sampai akhir Desember ini,” kata Rina, Selasa 15 September 2020.

Dijelaskan Rina, pandemi Covid-19 kini melanda Indonesia tak terkecuali Banten membuat proses sertifikasi aset menjadi terkendala.

“Kesulitannya tidak bisa melakukan pengukuran tanah lewat daring (dalam jaringan/online). Tetap harus turun ke lapangan. Ada keterbatasan seperti itu,” jelasnya.

.enurut Rina, kendala lain yang harus dihadapi menyelesaikan persoalan aset adalah keterbatasan data-data dokumen.

“Terus juga kita kan harus mengumpulkan data tanah dalam pengukuran tanah langsung. Dan aset-aset ini tersebar di delapan kabupaten/kota, mayoritas di Tangerang Raya,” katanya.

BACA :  Pernah Selamatkan Korban Human Trafficking, Tatu Yakin Warga Serang di Wamena Bisa Dipulangkan dengan Bantuan TNI

Meski begitu, Rina berharap dengan koordinasi yang dibangun denfan seluruh lembaga, persoalan aset dapat bisa diselesaikan.

“Mudah-mudahan dari koordinasi yang dibangun dengan seluruh pihak di Banten, kabupaten/kota, dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang selalu suport bisa cepat selesai,” ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pernah menjadi tokoh mahasiswa selama kurun perkuliahan 2015-2019, pria asal Banten Selatan ini memutuskan pilihan hidup menjadi jurnalis setelah lulus kuliah. Tolib memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan.

Terpopuler