Connect with us

Berita Utama

Kawanan Kera Liar dan Babi Serang Pemukiman Warga Lebak Selatan, Incar Hasil Tani

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, diserang babi hutan di Halaman Masjid Nurul Amal. Warga terlihat duel dengan babi hutan yang dikepung warga karena masuk komplek masjid.(Foto: Istimewa)

Lebak- Sejumlah petani di beberapa kecamatan di Kabupaten Lebak mengaku resah dengan serangan hewan liar yang telah merusak tanaman dan kebun masyarakat. Bahkan, hewan liar seperti monyet, lutung, dan babi hutan sering masuk ke pemukiman penduduk untuk mencari makan.

Ahmad, salah seorang warga Bayah mengatakan, hewan liar dari hutan dan pegunungan di wilayah Lebak selatan turun ke areal perkebunan dan pemukiman penduduk. Mereka bergerombol untuk mencari makan. Sasarannya, buah-buahan dan tanaman milik petani rusak oleh kawanan monyet dan babi hutan.

BACA :  "Jurnalis Harus Jadi Agen Perubahan Sosial"

“Masyarakat sudah lama mengeluhkan serangan hewan liar ini. Tapi, tidak ada solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Para petani hanya bisa mengusir hewan liar tersebut untuk kembali ke hutan. Tapi, esok atau lusa mereka pasti datang lagi,” kata Ahmad kepada awak media, Rabu, 16 September 2020.

Ahmad meminta agar pemerintah bertindak dan memberikan solusi untuk persoalan ini. Jika terus dibiarkan mereka khawatir tidak dapat menikmati hasil panen lantaran sebelum dipanen, buah-buahan dan tanaman petani sudah dirusak lebih dulu oleh hewan liar tersebut.

“Sasarannya buah-buahan, seperti pisang, pepaya, kelapa, dan beberapa jenis umbi-umbian. Bahkan, pisang yang sudah dipanen dan disimpan di rumah diambil hewan liar tersebut,” ungkapnya.

BACA :  Sekjen PB HMI Ditangkap, Besok HMI Lebak Demo Polres

Dijelaskannya, hewan liar tidak hanya menyerang lahan pertanian petani di Bayah. Tapi juga menyerang lahan pertanian di Kecamatan Panggarangan, Cijaku, Malingping, Cilograng, dan Cigemblong. Atas dasar itu, para petani meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan aksi nyata ke lapangan. Jangan melakukan pembiaran yang berpotensi merugikan petani.

“Kami menduga, turunya hewan liar ke perkebunan dan pemukiman penduduk akibat hutan gundul di wilayah Lebak selatan,” paparnya.

Terpisah, Kepala Desa Cirendeu, Herdiana membenarkan adanya peristiwan serangan kawanan hewan liar ke lahan perkebunan bahkan pemukiman warga.

“Ya itu betul, warga juga kan hanya bisa mengusir saja,”katanya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler