Connect with us

Berita Utama

Tragis! Hanya “Sejengkal” dari Akses Utama Jakarta-Serang, 30 Tahun Jalan di Kecamatan Ciruas Dibiarkan Berlumpur dan Berdebu

Published

on

Jalan berdebu di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, kondisinya tak pernah berubah sejak 30 tahun. Padahal jalan tersebut hanya “sejengkal” dari akses utama Jakarta-Serang.(BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Serang – Jalan menuju Kampung Cimiung, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, sudah hampir 30 tahun dibiarkan dalam kondisi yang tak layak.

Jika musim hujan, jalanan lekat berlumpur seperti area off road. Sementara jika musim panas, jalan jadi hamparan debu yang sepanjang hari terus mengepul.

Kondisi jalan tersebut seolah luput dari publikasi media massa. Soalnya, warga sekitar mengaku, sejak 30 tahun jalan tak pernah berubah kondisinya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan BantenHits.com, Mursyid Arifin, jalan sepanjang sekitar 300 meter itu terletak di perbatasan antara Desa Beberan dan Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas.

BACA :  HUT RI ke-72, PKS Sebut 4 Hal Ini Tentukan Nasib Bangsa Indonesia

Sepanjang jalan tersebut berdiri bangunan industri besar, seperti PT Shiva Sakti Steel yang telah ada sejak 2001. Kemudian, PT Super Silikaindo Semesta sejak 2012 lalu.

Lebih parahnya lagi, baru sekitar lima bulan jalan tersebut direnovasi dengan tenaga swadaya masyarakat dan alat seadanya. Namun kini hanya tinggallah debu-debu jalanan, dan kondisinya kian parah.

Jalan menuju Kampung Cimiung, Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, kondisinya rusak berat. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Jalan yang terkoneksi dengan akses utama Jalan Raya Serang – Jakarta itu tak lain menjadi akses utama keluar masuk aktivitas warga.

“Paling baru 5 bulan-an dibenerin (swadaya) sudah rusak lagi. Ditambalnya pake batu belah, batu split juga pernah. Rusak tambal, rusak tambal lagi, gitu dan gitu aja,” keluh salah seorang warga Cimiung yang enggan disebutkan namanya, di lokasi, Sabtu, 19 September 2020.

BACA :  Tak Hanya Pendidikan Agama, PAH Diharapkan Beri Penyuluhan Pembagunan

Pria berusia 52 tahun itu kembali menceritakan, jalan ini sudah hampir 30 tahun kondisinya memprihatinkan. Memang, kata dia, sebelum ada perusahaan pun sudah rusak, apalagi sekarang sudah dijadikan akses utama keluar-masuk kendaraan perusahaan semakin memperparah.

“Ya, kalau musim hujan becek. Kalau musim kemarau banyak debu. Pernah tuh ditanemin pisang juga sama warga,” ungkapnya sembari menunjukan jalan yang rusak itu.

Ketua RT 04/02 Kampung Cimiung, Iksan mengatakan, jalan akses warganya ini ibarat jalan simalakama. Lantaran jalan warga dijadikan akses keluar masuk perusahaan. Bagaimana tidak, angkutan muatan perusahaan itu rata-rata kapasitasnya 50 – 60 ton.

“Kalau bisa mah digubris, dicor (betonisasi, red) banyak PT jalan masih kaya gini,” tegas dia sat ditemui di kediamannya.

BACA :  Di Festival Cisadane, DLH Ajak Pengujung Daur Ulang Bahan Bekas Menjadi Barang Berguna

Lebih miris lagi, kata dia, ketika sudah memasuki musim hujan, anak-anak sekolah pada dilepas sepatunya. Begitu juga dengan warga, saat hendak ke pasar sendalnya harus di lepas, karena kondisi jalannya becek.

“Sudah nggak jamannya, banyak PT tapi jalan mah masih seperti ini. Terus, kalau ada mobil tronton kadang warga harus minggir dulu. Seharusnya mah sudah dari dulu digubris tapi kayanya nggak ada yang ngurusin bener-bener sih,” ujarnya kesalnya.

Sementara, Kepala Desa Beberan, Khaerudin saat dikonfirmasi via aplikasi WhatsApp belum memberikan jawaban, meskipun pesan yang diajukan wartawan BantenHits.com sudah terlihat tanda ceklis dua berwarna biru.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler