Connect with us

Berita Terbaru

Gelombang Tinggi Melanda Perairan Banten Selatan, Dua Nelayan di Cihara Tenggelam

Published

on

Basarnas Banten melakukan pencarian terhadap satu dari dua nelayan yang dilaporkan hilang setelah dihantam gelombang tinggi di Perairan Banten Selatan, persisnya di Perairan Cihara, Kabupaten Lebak.(Istimewa)

Lebak – Gelombang tinggi melanda Perairan Banten Selatan, persisnya di Cihara, Kabupaten Lebak, Sabtu sore, 19 September 2020.

Saat terjadi gelombang tinggi, dua nelayan yang berada di atas perahu Kincang Berkah Abadi dilaporkan tenggelam.

Informasi diperoleh, peristiwa itu terjadi pukul 15.00 WIB. Saat itu perahu nelayan Kincang Berkah Abadi hendak pulang dari perairan Bayah menuju Binuangen.

Namun, sesampainya di Perairan Cihara, perahu yang berisikan dua nelayan itu diterjang gelombang besar. Alhasil kedua nelayan masing-masing Edi warga Cikeusik, Pandeglang; dan Luki warga Binuangen, Wanasalam, Kabupaten Lebak terjatuh ke laut.

BACA :  Polisi Juga Tangkap 4 Tersangka Narkoba Jaringan Lapas Tangerang, 1 di Antaranya Wanita

“Kabar itu ramai di Forum Komunikasi Lebak Selatan bahwa ada laka laut yang membuat dua nelayan tenggelam. Tapi salah satunya berhasil selamat atas nama Luki,” kata Ketua RAPI 300301 Lokal Lebak Selatan, Tb Wildan Hidayatullah kepada BantenHits.com, Minggu, 20 September 2020.

Terpisah, Humas Basarnas Banten Sito Warsito membenarkan adanya peristiwa laka laut di Perairan Cihara yang menyebabkan satu nelayan hilang.

Ia mengaku baru mendapat laporan pada pukul 22.15 WIB dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan pencarian.

Sekitar pukul 03.33 WIB, tim tiba di Pantai Karang Nawing untuk melakukan pencarian terhadap Edi salah satu nelayan yang hilang diterjang gelombang tinggi di Perairan Cihara.

BACA :  Percepat Perbaikan Jalan, Pemkot Tangsel Bentuk Tim UPR

“Pukul 05.00 tim bergeser ke tanjung pantau dan berkoordinasi untuk pencarian pagi tadi menggunakan perahu nelayan,” kata Sito.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler