Connect with us

AGENDA PANWASLU

Bawaslu Nyatakan Orasi ‘Orang Prabowo’ soal Pengangguran Tinggi di Kabupaten Serang Tak Penuhi Unsur Pidana Pemilu

Published

on

 

Ahmad Taufik Nuriman alias ATN, mantan bupati Serang dua periode yang dikenal orang Prabowo di Banten (kiri berpeci) saat mendampingi anaknya, Eki Baehaki (baju putih, dua dari kanan) mengembalikan formulir pendaftaran di Partai Berkarya. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu Kabupaten Serang memutuskan, laporan dugaan ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Ahmad Taufik Nuriman alias ATN oleh warga Bojonegara tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan umum.

ATN merupakan mantan prajurit Kopassus sekakigus mantan bupati Serang dua periode yang dikenal sebagai orang kepercayaan Prabowo Subianto di Banten.

ATN merupakan ayah Eki Baihaki, bakal calon wakil bupati Serang yang berpasangan dengan Nasrul Ulum pada Pilkada Kabupaten Serang 2020-2025.

Nasrul Ulum-Eki Baihaki yang hanya diusung koalisi Partai Gerindra dan Partai Demokrat, akan berhadapan dengan pasangan petahana Ratu Tatu Chasanah – Pandji Tirtayasa yang diusung koalisi super gemuk.

Hasil Kajian

Keputusan Bawaslu terkait laporan terhadap ATN diterbitkan 19 September 2020 melalui surat bernomor 04/LP/PB/KAB/11.07/ IX/2020 yang ditandatangani Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Yadi.

BACA :  Mangkrak sejak Zaman Presiden Megawati, Dermaga 4 Pelabuhan Merak Beroperasi setelah Telan Biaya Rp 379 M

“Status laporan tidak dapat ditindaklanjuti,” demikian tertera pada surat keputusan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Yadi mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk dari hasil kajian pengawasan pemilihan bahwa tidak bisa ditindaklanjuti. Sebab, tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan.

“Alasannya tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan,” kata Yadi saat dihubungi wartawan BantenHits.com via WhatsApp, Senin, 21 September 2020.

Sampaikan Fakta

ATN didampingi putranya Eki Baihaki telah menyampaikan klarifikasi di Sekretariat Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Serang, Jumat sore, 18 September 2020.

ATN sebelumnya dilaporkan oleh warga Kecamatan Bojonegara terkait dugaan ujaran kebencian saat orasi di acara deklarasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Serang, Nasrul Ulum – Eki Baihaki di Bojonegara pada 6 September 2020

Mantan bupati Serang dua periode yang dikenal orang kepercayaan Prabowo Subianto di Banten, Ahmad Taufik Nuriman alias ATN seusai menjalani pemeriksaan di Bawaslu Kabupaten Serang. (BantenHits.com/ Mursyid Arifin)

Wartawan BantenHits.com Mursyid Arifin melaporkan, ATN yang juga ayah dari bakal calon Wakil Bupati Serang, Eki Baihaki itu diperiksa dari pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB.

BACA :  Pilkada yang Digelar di Tengah Pandemi Covid-19 Bisa Lahirkan Pemimpin Kuat, Kok Bisa?

Seusai melakukan klarifikasi, kepada awak media ATN mengatakan, dirinya merasa senang diminta klarifikasi di Sekretariat Gakkumdu oleh Bawaslu.

Menurutnya, apa yang  disampaikannya saat orasi acara deklarasi di Bojonegara, 6 September 2020 lalu intinya mengingatkan dan menyampaikan kritikan sebagai masyarakat biasa kepada Pemerintah Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa.

“Intinya klarifikasi. Apakah yang disampaikan benar? Ya benar. Apakah sadar? Ya sadar. Apakah akan berdampak? Ya normatif saja,” kata ATN menirukan pertanyaan yang disampaikan Bawaslu kepada dirinya.

Lebih lanjut, ATN menjelaskan, saat orasi deklarasi ia mengkritisi jargon bakal calon petahana bupati dan wakil bupati Serang, Tatu – Pandji yakni, ‘Memberi Bukti Bukan Janji’.

BACA :  Koalisi Peradaban Tunjuk Iyos Rosadi Ketua Tim Pemenangan Syafrudin-Subadri

“Saya mengkritisi pada jargon-jargon Tatu – Pandji memberi bukti bukan janji. Saya bantah, koreksi. Justru banyak janji. Jadi pesan saya bupati ini anti-kritik, baru gitu aja sudah dilaporin,” tegas dia.

ATN melanjutkan, jargon Tatu-Pandji itu dia kritisi lantaran tak sesuai dengan realita di lapangan. Dan perkataan itu sama sekali tidak ada unsur yang mengandung ujaran kebencian, fitnah bahkan adu domba.

“Bukan menebar ujaran kebencian, fitnah dan adu domba. Ya, nggak ada. Saya sekadar mengingatkan jadi pejabat itu jangan cengeng,” tegas ATN di dampingi kuasa hukumnya, Ferry Rinaldy.

ATN berpendapat, Fitnah itu jika menyampaikan yang tidak ada bukti. Sementar apa yang dirinya sampaikan sesuai fakta di lapangan, salah satunya angka pengangguran di Kabupaten Serang sebagai penyumbang tertinggi di Provinsi Banten berdasarkan data BPS Banten tahun 2019.

“Saya kan menyampaikan bukti. Saya tanya ke teman-teman wartawan. Kabupaten Serang itu benar tidak penyumbang angka terbesar pengangguran di Provinsi Banten? Ya benar, itu berdasarkan rilis BPS Provinsi Banten tahun 2019,” ujar dia.

“Kalau saya harus jujur mungkin saya yang parah. Saya yang harus melaporkan karena video saya dipotong-potong. Itu yang jelas pelanggaran ITE. Tapi saya pikir buat apa yang kaya gitu, jadi kita harus nerima masukan jangan alergi kritik,” kata ATN menambahkan.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler