Connect with us

Berita Utama

Di Kabupaten Tangerang Hotel Mewah Jadi Tempat Isolasi, Pemkab Lebak Justru Kebingungan Cari Tempat untuk Pasien Covid-19

Published

on

Hotel Yasmin, salah satu hotel mewah di Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Kecamatan Curug, ditetapkan sebagai rumah singgah pasien OTG Covid-19. (Net)

Lebak – Pemerintah Kabupaten Tangerang menjadi satu-satunya wilayah yang siap dalam penanggulangan Covid-19. Salah satu indikatornya, ketersediaan tempat isolasi untuk pasien.

Pada saat pertama kali Banten dinyatakan KLB Covid-19 pada akhir Maret 2020, Pemkab Tangerang langsung menyiapkan Griya Anabatic sebagai tempat isolasi bagi warga yang positif Covid-19.

Seiring, laju penurunan Covid-19, pada Agustus 2020 Pemkab Tangerang pun kemudian menutup tempat isolasi di Griya Anabatic. Namun, September ini tempat isolasi kembali dibuka. Kali ini Hotel Yasmin yang menjadi lokasinya.

Surati Gubernur

Kondisi sebaliknya justru harus dialami Pemkab Lebak yang hingga saat ini masih kesulitan mencari tempat isolasi pasien Covid-19.

BACA :  Kabupaten Tangerang Rawan Disusupi Paham Radikal

Peningkatan Covid-19 di Kabupaten Lebak sendiri terjadi belakangan. Tak seperti Tangerang yang menjadi zona merah sejak awal KLB Corona di Banten.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam video pribadinya meminta agar masyarakat menunda pagelaran peringatan Maulid Nabi. (FOTO Tangkap Layar Video)

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengakui, Pemerintah Kabupaten Lebak tengah mencari tempat khusus mengisolasi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 di Kabupaten Lebak.

Bahkan daerah yang dinahkodai, Iti Octavia Jayabaya ini juga telah bersurat ke Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Iya kami sedang mencari tempat, beberapa (Tempat) kami sudah melakukan komunikasi di antaranya dengan LPP Cisalak, Dinsos provinsi dan Dinkop provinsi,” kata Iti kepada awak media usai jalani swab test di Pendopo Lebak, Rabu, 23 September 2020.

BACA :  Kata Wakil Wali Kota Cilegon kenapa Orangtua Harus Tingkatkan Kualitas Diri

“Mereka kan enggak bisa mengambil keputusan, karena ada di Pak Gubernur, tapi sudah kami sampaikan suratnya ke Pak Gubernur,”tambahnya.

Menurut Iti, tempat isolasi khusus pasien OTG Covid-19 di Kabupaten Lebak amat dibutuhkan agar para tenaga kesehatan yang jumlahnya terbatas dapat lebih memantau perkembangan pasien OTG Covid-19.

“Karena kan Pak Gubernur dengan perpanjangan PSBB, tentunya kami memerlukan tempat agar tenaga kesehatan kami yang terbatas bisa lebih incase ke pasien OTG dalam satu tempat,” tuturnya.

Untuk diketahui, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lebak terus mengalami peningkatan. Hingga Rabu, 23 September 2020 jumlah warga positif sebanyak 156 dengan di antaranya 96 masih diisolasi, 55 sembuh dan 5 meninggal dunia.

BACA :  Penumpang Meningkat 2 Persen saat Libur Nataru, Dishub Kota Serang Siapkan Bus 1000 Armada

Sementara jumlah orang yang diketahui melakukan kontak erat dengan pasien positif sebanyak 563 orang yang statusnya harus menjalani isolasi sambil menunggu hasil test swab.

Andalkan Karantina di Tangerang

Peta Sebaran Covid-19 di Banten,Selasa 22 September 2020, Empat Wilayah Ditetapkan Zona Merah (Istimewa)

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Astuti menyatakan, Pemerintah Provinsi Banten tak menyediakan tempat karantina bagi pasien Covid-19 dengan kategori orang tanpa gejala alias OTG.

“Tidak (Pemprov tidak menyediakan tempat karantina bagi Pasien Covid-19, red),” kata Ati Pramudji Astuti kepada BantenHits.com, Jumat 11 September 2020.

Namun, wanita yang juga menjabat sebagai Juru Bicara (Jubur) penanganan Covid-19 di Banten ini menjelaskan, tempat karantina bagi pasien Covid-19 sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Tangerang Raya.

“Tempat karantina pasien Covid-19 di Banten disediakan oleh Kab/Kota, seperti Kota Tangsel, Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang,” sambungnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler