Connect with us

AGENDA KPU

Pengambilan Nomor Urut Paslon Pilkada Cilegon Dijaga Ketat Polisi, 215 Personel Siaga

Published

on

Anggota Polres Cilegon saat bersiap untuk berjaga ketat mengamankan pelaksanaan pengambilan nomor urut. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon- Sebanyak 215 anggota kepolisian dikerahkan untuk melakukan pengamanan pengundian dan pengambilan nomor urut Pasangan Calon (Paslon) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Kamis, 24 September 2020.

Mereka akan berjaga ketat di kawasan Hotel The Royal Krakatau, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta Cilegon yang menjadi tempat pengundian nomor urut pada pukul 14.00 WIB.

“Di lokasi kita siapkan pasukan berseragam diantaranya dari Samapta Polres Cilegon dan Brimob Polda Banten dilibatkan sebanyak 215, pengamanannya sangat ketat ada 3 ring yang kita amankan,”kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono saat dikonfirmasi.

BACA :  Kampanye Lawan Corona, Batik Air Tak Hanya Bagi-bagi Masker dan Hand Sanitizer Tapi Ubah Pola Antrean

Bedasarkan Peraturan Komisi Peraturan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, Maklumat Kapolri dan hasil kesepakatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon dengan Liaison Officer (LO) masing-masing pasangan calon menyebutkan terdapat pembatasan peserta yang dapat mengikuti kegiatan.

“Jadi totalnya yang boleh masuk itu hanya 12 orang termasuk empat pasangan calon. Selain itu setiap peserta di berikan ID card yang warna berbeda-beda dari pasangan calon dan tim suksesnya. Jadi calon didampingi tim sukses dan partai yang mengusung dari sisi pasangan calon,”ungkapnya.

Sigit mengaku tidak segan untuk mengambil tindakan tegas jika masih ditemukannya kerumunan masa baik dari simpatisan atau pendukung calon yang memaksa masuk kedalam lokasi kegiatan.

BACA :  Puluhan Jukir di Kota Cilegon Tiba-tiba Dikumpulkan BNN, Ternyata ...

“Kami tidak berharap adanya pendukung dan simpatisan yang menimbulkan kerumunan, sesuai maklumat kapolri kami akan bertindak tegas. Di bubarkan, kalau tidak mau kita tindak sesuaikan dengan peraturan yang yang ada,” tegasnya.

“kita himbau agar massa tidak datang ke Royal Krakatau (Lokasi-red) kita tau karena saat ini bukan kampaye melainkan hanya mengambil nomor urut saja,”sambungnya.

Editor: Fariz Abdullah



Terpopuler