Connect with us

Berita Terbaru

Sebelum Babak Belur Dihajar Santri, Pria Bermotor RX King Sempat Bertemu Abuya Uci dan Lakukan Ini

Published

on

Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam saat mengunjungi Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah dan bertemu dengan Abuya Uci. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang- Sugiono (55) warga Perum Rajeg Garedina, Kabupaten Tangerang babak belur diamuk santri Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Sabtu, 26 September 2020.

Bagaimana tidak, Pria yang datang dengan menggunakan kendaraan Yamaha RX King B 3221 CIK itu memaksa masuk kediaman KH. Uci Turtusi alias Abuya Uci lantaran mengaku membawa pesan dari sang leluhur.

Sebelum bonyok diamuk santri, rupanya Sugiono sempat bertemu dengan Abuya Uci.

Baca Juga: Pria Bermotor RX King Memaksa Masuk Kediaman Abuya Uci Cilongok, Babak Belur Dihajar Santri yang Berjaga

BACA :  Pesawat Lion Air yang Jatuh di Karawang Sempat Alami Kendala Teknis

Hal itu terungkap saat Kapolres Tangerang Kota Kombes Pol. Ade Ary Syam mengunjungi Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah.

“Dia awalnya datang sendirian terus menyampaikan sama santri di sini ingin ketemu Pak Kiayi. Waktu itu diizinkan untuk masuk, kemudian ketemu dan sempet ngobrol juga dengan Pak Kiayi,” kata Ary Syam di sela-sela kunjungan ke Ponpes Al-Istiqlaliyah, Minggu 27 September 2020.

Meski sempat bertemu dengan Abuya Uci, Sugiono malah bungkam dan tak mau menyampaikan pesan yang diyakininya berasal dari leluhur.

Pria berotot ini malah berlalu meninggalkan Abuya Uci yang saat itu sedang mengajar mengaji di aula kediaman rumahnya.

“Pas ketemu, ngobrol kan. Ditanya sama Pak Kiyai apa apa. Dia malah jawab enggak ada apa-apa. Terus akhirnya dia balik lagi,” ujar Ade menirukan percakapan antara Abuya Uci dengan Sugiono.

BACA :  50 Persen Kantor Kelurahan di Kota Serang Kondisinya Rusak

Gelagat aneh Sugiono pun mulai terlihat. Meski sempat diterima dan ditanya langsung oleh Abuya Uci, dia malah berlalu sambil menggeber motor RX King B 3221 CIK yang dia bawa saat keluar dari area pondok pesantren.

Sontak saja, tingkahnya pun mengundang perhatian sejumlah santri di pondok pesantren tersebut. Mereka curiga dan waspada meskipun saat itu Sugiono datang hanya seorang diri dan tidak membawa senjata tajam yang bisa membahayakan seseorang.

“Yang bersangkutan datang ke sini sendirian dan tidak bawa senjata tajam seperti yang beredar di media sosial. Tidak benar,” tutur Ade.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler