Connect with us

Berita Terbaru

Enam Kecamatan di Lebak Berpotensi Dilanda Tsunami, BMKG Catat Sudah Ada 415 Gempa Bumi selama Januari-Juni 2020

Published

on

Sudah 239 Warga Tewas, 785 Lainnya Luka Akibat Tsunami di Banten

Riset ilmiah tim peneliti ITB menyebutkan, tsunami setinggi 20 meter berpotensi terjadi di Banten. FOTO Illustration: korban tewas di Tanjung Lesung berhasil dievakuasi relawan. BNPB mencatat hingga Senin pagi, 24 Desember 2018, 239 warga tewas, 785 lainnya luka akibat tsunami di Banten.(BantenHits.com Engkos Kosasih)

Serang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG melalui Kasi Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Tangerang, Urip Setiyono, meminta masyarakat Banten memerhatikan mitigasi bencana sebagai langkah antisipasi.

BMKG menyebutkan gempa adalah peringatan dini tsunami terbaik. Bagi masyarakat pantai yang merasakan goncangan yang sangat kuat sehingga merasakan pusing dan sulit berdiri atau goncangan tidak terlalu kuat tapi mengayun lama lebih dari 1 menit, ada kemungkinan gempa tersebut berpotensi tsunami, sehingga setelah gempa reda masyarakat langsung evakuasi ke tempat tinggi.

Berbeda dengan masyarakat atau nelayan yang tengah berada di tengah laut, saat mendengar peringatan dini tsunami berupa alarm dari pesisir pantai, mereka harus mengarahkan perahunya ke tengah laut.

BACA :  Arus Mudik Lebaran 2019, PT ASDP Indonesia Ferry Terapkan Sistem Manifes Digital

Urip menyebutkan, pada periode Januari-Juni 2020, di wilayah Banten dan sekitarnya telah terjadi gempa bumi tektonik sebanyak 415 kali, dengan kekuatan gempa tertinggi sebesar 6,0 Magnitude.

“Pada periode 18 sampai dengan 24 September 2020, di wilayah Banten dan sekitarnya telah terjadi gempabumi tektonik sebanyak 21 kejadian, lebih rendah sekitar 10% frekuensi kejadiannya dibandingkan dengan periode 11 – 17 September 2020 yaitu 25 kejadian gempabumi,” jelasnya.

Untuk sebaran pusat gempabumi atau episenter umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian Barat Bengkulu, Barat Lampung, hingga Selatan Jawa Barat.

“Gempa bumi dengan kekuatan 3 ≤ M < 5 dominan terjadi yaitu sebesar 67% (15 kejadian) diikuti gempabumi dengan kekuatan M < 3 sebesar 33% (6 kejadian) dan tidak ada kejadian gempabumi dengan kekuatan M ≥ 5,” ungkapnya.

BACA :  Ini Penyebab Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Tangerang Naik 400 Persen dalam Sebulan

Berdasarkan kedalamannya, gempabumi pada periode tersebut, lanjut Urip didominasi oleh gempabumi dangkal (h<60 km) sebesar 90% (19 kejadian) sedangkan di kedalaman menengah (60 km ≤ h < 300 km) sebesar 10% (2 kejadian) dan tidak terdapat gempabumi dalam (h ≥ 300).

“Dari 21 gempabumi yang terjadi tidak ada gempabumi signifikan yang getarannya dirasakan masyarakat di wilayah Banten,” kata Urip.

Dengan ini ia mengimbau masyarakat pesisir Banten untuk tetap berhati-hati, alarm peringatan dini dimaksudkan agar masyarakat jangan terlena dan mengedepankan getaran Gempa sebagai tanda peringatan dini terbaik.

“Sirine pake listrik, meski ada UPS punya daya tahan terbatas juga, Justru yg terpenting adalah penyiapan rambu-rambu, jalur dan tempatevakuasi, jadi butuh kerjasama semua pihak dr hulu ke hilir dari masyarakat. Sesiap apapun alat, kalo masyarakat tidakk dipersiapkan jadi kurang efektif,” pungkasnya.

BACA :  Cerita Sopir Box yang Dikalungi Celurit dan Dibuang di KM 56 Cikande

Sebelumnya, potensi tsunami setinggi 20 meter, zona megathrust berpotensi di selatan Pulau Jawa merupakan hasil kajian para ahli kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature baru-baru ini.

Pantai di selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia terdapat potensi megathrust atau gempa besar.

Potensi megathrust itu dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami di Perairan Selat Sunda, persisnya di Selatan Banten dan berpeluang menciptakan ombak mencapai ketinggian 20 meter.

Potensi tsunami di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini meliputi enam kecamatan, yakni Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah dan Cilograng.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler