Connect with us

Berita Terbaru

Mahasiswa Cisimeut Blusukan ke Desa-desa Galang Tanda Tangan Penolakan Bendungan Pasir Kopo

Published

on

Mahasiswa GMCP saat meminta tandatangan warga dan menolak pembangunan Bendungan Pasir Kopo. (Istimewa)

Lebak– Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Cisimeut Peduli (GMCP) blusukan ke desa-desa. Mereka mendatangi tokoh dan warga untuk menggalang tanda tangan.

Tanda tangan sendiri digalang sebagai bentuk penolakan pembangunan bendungan pasir Kopo. Alhasil, seluruh warga di Lima desa di Kecamatan Leuwidamar seperti Desa Nayagati, Sangkanwangi, Margawangi, Cisimeut Induk dan Cisimeut Raya sepakat menolak keras pembangunan bendungan Pasir Kopo yang akan dilakukan pemerintah pusat.

“Kami turun ke lapangan untuk minta tanda tangan warga bahwa mereka sepakat menolak bendungan pasir kopo,”kata Garas salah satu mahasiswa dalam siaran pers yang diterima BantenHits.com.

Menurutnya, dari hasil kroscek lapangan kebanyakan masyarakat menolak karena mereka akan kehilangan tanah kelahiran dan lahan-lahan sawah yang menjadi sumber mata pencaharian.

BACA :  Wabup Lebak Dorong Pegawai Non ASN Daftar Peserta BPJS Ketenagakerjaan

“Kalau bendungan Pasir Kopo dibangun mau makan apa mereka nanti? Atas dasar itu kami menolak keras pembangunannya,”tuturnya.

“Hasilnya semua masyarakat, Kepala desa dan tokoh sepakat untuk menolak keras pembangunan pasir Kopo,”tandasnya.

Mahasiswa di Lebak membentangkan spanduk penolakan proyek Bendungan Pasir Kopo. (Istimewa)

Sementara Osep Mulyawan Karis salah satu tokoh pemuda di Cisimeut mengaku sedari awal masyarakat Cisimeut telah menolak adanya pembangunan pasir Kopo.

Selain akan berdampak pada budaya, sosial dan perekonomian warga, bendungan Pasir Kopo juga akan menenggelamkan sejarah. Di mana Desa Cisimeut sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah atau desa pejuang yang turut andil dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Terutama dalam pembangunan di Banten.

BACA :  Miliki Sabu, Pejabat Dinsos Banten Ditangkap Polisi

“Masyarakat di lima desa juga sempat berkumpul dan sepakat untuk menolak pembangunan bendungan pasir Kopo. Saat itu ada sekitar 8 ribu warga yang membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan,”tandas ketua BPC HIPMI Lebak ini.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler