Connect with us

Berita Utama

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, BMKG Imbau Warga Banten Perhatikan Gejala-gejala Alam Ini untuk Langkah Antisipasi

Published

on

BMKG menyebutkan gempa bumi merupakan peringatan dini tsunami. Foto: peta sebaran gempa bumi di Banten. (Dok. BMKG)

Serang – Pantai di selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang berhadapan langsung dengan Perairan Samudera Hindia terdapat potensi megathrust atau gempa besar.

Potensi megathrust itu dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami di Perairan Selat Sunda, persisnya di Selatan Banten dan berpeluang menciptakan ombak mencapai ketinggian 20 meter.

Potensi tsunami di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini meliputi enam kecamatan, yakni Kecamatan Wanasalam, Malingping, Cihara, Panggarangan, Bayah dan Cilograng.

Potensi tsunami setinggi 20 meter, zona megathrust di selatan Pulau Jawa merupakan hasil kajian para ahli kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature baru-baru ini.

BACA :  Rampas Yamaha Fino di Jalan Perumahan Puri Jaya, Jendol Diringkus Polisi

Kasi Data dan Informasi Stasiun Geofisika BMKG Kelas 1 Tangerang, Urip Setiyono berharap, potensi riset dari ITB ini dapat mendorong semua masyarakat untuk lebih memperhatikan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

Ia menegaskan dalam hal ini perlu ada upaya serius dari berbagai pihak untuk mendukung dan memperkuat penerapan building code dalam membangun infrastruktur.

“Masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kemampuannya dalam memahami cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami,” ujarnya kepada BantenHits.com melalui pesan singkat, Minggu 27 September 2020.

Menurut Urip, berbagai alat sudah disiapkan untuk mendeteksi dini gelombang laut. Setiap tanggal 26 saban bulannya, pihaknya bekerjasama dengan Pusdalops BPBD Banten melakukan uji sirine tsunami di pesisir Banten yang dapat mengakibatkan adanya tsunami, serta sosialisasi penyelamatan bagi masyarakat tepian pantai terus dilakukan.

BACA :  Pastikan Pelayanan Berjalan Baik, Tanto Sidak Lima Puskesmas Sekaligus

“Monitoring pasang surut air laut dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial, tentunya BMKG juga berkoordinasi dengan berbagai lembaga dan sosialisasi, kami bekerjasama dengan BPBD yang ada di Banten,” jelas Urip.

Gempa Peringatan Dini Tsunami Terbaik

Urip menekankan, dalam setiap sosialisasi jajarannya selalu menekankan bahwa guncangan gempa adalah peringatan dini tsunami terbaik. Bagi masyarakat pantai yang merasakan goncangan yang sangat kuat sehingga merasakan pusing dan sulit berdiri atau berupa goncangan tidak terlalu kuat tapi mengayun lama lebih dari 1 menit, ada kemungkinan gempa tersebut berpotensi tsunami, sehingga setelah gempa reda masyarakat langsung evakuasi ke tempat tinggi.

“Berlaku bagi semua orang termasuk wisatawan, nelayan yg saat itu ada di pesisir,” ucapnya.

BACA :  Pentingnya Menjaga Ideologi Pancasila Mewujudkan Bangsa yang Kuat

Berbeda dengan masyarakat atau nelayan yang tengah berada di tengah laut, saat mendengar peringatan dini tsunami berupa alarm dari pesisir pantai, mereka harus mengarahkan perahunya ke tengah laut.

“Hendaknya mengarahkan kapalnya tetap ke arah tengah laut jangan ke arah pantai,” tegasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Terpopuler