Connect with us

Berita Terbaru

Duitnya Raib Digondol Maling di Depan Kantor Desa, Bansos Covid-19 untuk Warga Sasak Tangerang Batal Cair Pekan Ini

Published

on

FOTO ILUSTRASI. Mobil A 308 J milik Ubaidillah Camat Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang jadi korban pecah kaca di Warunggunung, Kabupaten Lebak. (Istimewa)

Tangerang- Sebanyak 280 keluarga di Desa Sasak, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang batal menerima bantuan sosial (Bansos) Covid-19 pada pekan ini. Alasannya, karena duit senilai Rp173,4 juta raib digondol maling.

Peristiwa itu terjadi pada Senin 28 September 2020 sekitar pukul 17.30 WIB di depan Kantor Desa Sasak. Saat itu, Kepala Desa Sasak Mohammad Kosim baru saja menarik uang tunai di Bank BJB senilai Rp 173,4 juta untuk bantuan warganya yang terdampak Covid-19.

“Betul, ada aksi pencurian. Korbannya Kepala Desa Sasak,” kata Kapolsek Mauk Ajun Komisaris Polisi (AKP) Kresna Adji Perkasa kepada wartawan.

BACA :  Penyelesaian Perbup SKD Molor, DPRD Pandeglang Teriak

Saat tiba di depan kantor desa, terang Kresna, korban meninggalkan mobil Avanza B 2960 RA dan masuk ke ruang kerjanya.

Dari dalam ruangan, kata Kresna, korban mulai curiga karena melihat adanya orang dengan gelagat aneh seperti mengawasi.

“Korban waktu itu sedang di ruangannya setelah mengambil uang. Dia curiga karena melihat ada seorang pengendara motor seperti sedang mengawasi di sebrang kantor desa,” ujarnya.

“Karena curiga, kemudian korban memerintahkan stafnya supaya mengecek. Ternyata, kaca mobilnya sudah pecah dan uang tersebut sudah tidak ada,” tutur Kresna menambahkan.

Akibat insiden ini, korban kemudian langsung melapor ke Mapolsek Mauk. Bendahara Desa Sasak beserta stafnya juga dibawa untuk dimintai keterangan.

BACA :  Korban Anak Marak,Ini Desakan LPA Banten kepada Pemerintah

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sasak Mohammad Kosim membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku, saat itu baru saja mencairkan dana bantuan Covid-19 untuk warganya di bank bersama Bendahara Desa Sasak.

Namun saat perjalanan pulang, tepatnya di Kantor Kecamatan Mauk, mobil yang ia tumpangi malah mengalami kempes di bagian depan ban sebelah kiri. Ia bersama bendaharanya kemudian turun untuk mengganti ban yang kempes tersebut.

“Jadi waktu saya mau pulang ke kantor tempat saya dinas, lagi jalan ban mobil kempes. Setelah dibetulin bannya, saya jalan lagi sampai kantor desa dan langsung masuk ke dalam,” kata Kosim.

Di dalam ruangan, Kosim sempat curiga lantaran mendengar suara motor yang lewat. Dia kemudian bertanya kepada stafnya terkait keberadan uang yang baru saja dicairkannya itu.

BACA :  Krakatau Posco Salurkan Donasi Rp 1,5 Miliar untuk Korban Gempa di Sulteng

“Pas saya tahu uang itu masih disimpan di dalam mobil, saya langsung ke sana. Ternyata setelah dicek, kaca mobil sehelah kiri sudah pecah dan uang itu gak ada,” ujarnya.

Kosim menyebut, peristiwa ini terjadi pada waktu magrib. Dia kemudian melaporkan insiden ini ke Mapolsek Mauk agar segera diproses pihak kepolisian.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler