Connect with us

Berita Utama

Petugas BNN Banten Nyaris Kena Kecoh saat Ganja 301 Kg dari Aceh Disembunyikan di Lantai Truk

Published

on

Petugas BNN Banten saat Menunjukan Barang Bukti Ganja asal Aceh yang Diselundupkan Melalui Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang, Rabu 30 September 2020 (BantemHits/Mahyadi)

Serang – Seorang pria berinisial AS (32) warga Lampung, diamanakan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten, setelah kedapatan membawa ganja sebanyak 301 kilogram menggunakan truk.

Truk berisi ratusan kilogram ganja itu diamankan petugas setelah turun dari Pelabuhan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, pada 24 September 2020.

Sebelum melakukan penangkapan, BNN Banten terlebih dahulu mendapat informasi adanya penyelundupan ganja cang melintas melalui pelabuhan.

Berbekal dari informasi tersebut, petugas akhirnya melakukan penyelidikan dan mendapati truk pembawa ganja nomor polisi BK 9735 DU di warung kopi yang ada di Jalan Raya Merak – Serdang

BACA :  Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Pohon di Tangerang Tumbang

“Dari informasi tersebut kami melakukan analisa dan penyelidikan bersama Tim Beacukai dan Polda Banten. Setelah informasi valid kami langsung melakukan penangkapan,” kata Kepala BNN Provinsi Banten Kombes Pol Hendri Marpaung, kepada wartawan, Rabu 30 September 2020.

Rencananya, barang haram asal Aceh ini akan diedarkan di daerah Bogor, Jawa Barat. Penyelundupan itu hampir membuat petugas terkecoh, lantaran ganja yang terbungkus lakban coklat itu tidak tercover barang lain yang ada di dalam truk.

“Kami hampir terkecoh, karena (Ganja) yang dibawa tidak di cover dengan barang yang lain. Secara kasat mata mobil ini tidak mungkin membawa ganja, di tambah mobilnya bersih,” ujarnya.

Meski demikian, petugas terus melakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ada di dalam truk. Beruntung kala itu, petugas BNN jeli melakukan pemeirksaan hingga akhirnya ditemukan tumpukan ganja.

BACA :  Alhamdulillah, Ketua RT Pasien Pertama Positif Corona di Lebak Sembuh dan Dipulangkan

“Ganja ditutup dengan terpal, kalau kita tidak jeli (Ganja) kami anggap tidak ada di sana. Namun karena kejelian kami dan buka terpalnya terlihat barang tersusun di lantai dasar truk,” ungkapnya.

Pernah Lolos Dari Penangkapan

Usut punya usut, barang haram tersebut milik AS, yang diedarkan langsung olehnya. AS juga sudah tiga kali menyelundupkan ganja melalui pelabuhan yang ada di Banten. Namun, AS beberapa kali berhasil melarikan diri.

“Ini yang ke tiga kali, waktu ditangkap Polda, tersangka ini lolos, tersangka ini termasuk yang licin. Kasus ini dalam pengembangan sekarang koordinasi dengan intelejen BNN untuk melakukan pengembangan ini,” tutupnya.

AS terancam hukuman paling rendah empat tahun, maksimal hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

BACA :  Korban Terseret Ombak di Pulau Oar Pandeglang Mahasiswa Unsera

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler