Connect with us

Berita Terbaru

Dari Modus Ziarah Kubur sampai Kasih Uang Jajan, Akal-akalan Ketua RT di Sepatan Gagahi Bocah Kelas V SD

Published

on

Melati (bukan nama sebenarnya) bersama ibu kandungnya saat mendatangi Unit PPA Polres Metro Tangerang lantaran menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum RT di Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/Rifat Alhamidi)

Tangerang- Melati (bukan nama sebenarnya) menjadi korban pelecehan seksual seorang oknum RT di wilayah Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Adalah AR (55).

Pria yang berprofesi sebagai penjual makanan keliling ini disebut-sebut tega menggerayangi Melati bocah kelas V SD yang berusia 11 tahun. Ironinya, prilaku menjijikan itu dilakukan AR berulang kali.

Hal ini terungkap setelah Badrudin mendatangi Polres Metro Tangerang Kota untuk melaporkan perbuatan bejat oknum RT kepada anaknya.

Menurut Badrudin, aksi biadab AR terbongkar setelah Melati akhirnya bercerita kepadanya dan sang ibu bahwa telah dilecehkan oleh oknum RT.

“Anak ini kan sehari-harinya ceria terus, tapi beberapa minggu terakhir ini dia diem aja. Terus ibunya curiga, akhirnya ditanya dan dia mau cerita kalau sudah mengalami pelecehan seksual,” ujar Ayah Melati, Badrudin, saat menceritakan awal mula terungkapnya aksi biadab oknum RT ini kepada wartawan, Sabtu 3 Oktober 2020.

BACA :  Alhamdulilah! Jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Stok Ikan di Pandeglang Aman

Di hadapan orang tuanya, Melati juga mengakui oknum RT tersebut sudah 7 kali memaksa bocah kelas 5 SD tersebut agar mau melayani nafsu bejatnya dengan cara mencium bibir dan menggerayangi dada korban. Namun, Badrudin masih lega karena keperawanan anak gadis pertamanya ini belum direnggut oleh oknum RT tersebut.

“Iyah dari ceritanya begitu. Saya sampai sekarang suka sedih karena kondisi psikis anak saya ini berubah pasca kejadian ini,” bebernya.

Dalam menjalankan aksinya, kata Badrudin AR terlebih dahulu maping atau memastikan kondisi rumah Melati sepi lantaran kedua orang tuanya bekerja.

Setelah itu, AR akan masuk dan memaksa Melati melayani nafsu bejadnya.

“Si pelaku ini kayaknya tahu banget kondisi rumah saya kalau siang sepi enggak ada siapa-siapa. Jadi pas tahu rumah itu sepi, si anak itu didorong ke kamar dan dipaksa melayani nafsu bejat si RT ini,”katanya.

BACA :  Ini yang Ditemukan Polisi dari Penggerebakan Rumah di Perumahan Golden City Tangerang

Untuk memuluskan aksinya, sang oknum RT terlebih dahulu mengiming-imingi Melati dengan sejumlah uang agar mau melayani nafsu bejad pria yang seharusnya menjadi ayah dari korban tersebut.

“Setelah si oknum RT ini pulang dagang, dia sering ke rumah terus ngasih uang ke anak saya. Ternyata itu cuma untuk memastikan kalau di rumah saya lagi sepi enggak ada orang,” tutur Badrudin.

Lebih ironisnya, oknum RT ini ternyata juga nekat mengajak Melati untuk memuaskan nafsu bejadnya bukan hanya di dalam rumah. AR tega menggerayangi Melati saat sedang berziarah ke wilayah Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang.

“Jadi waktu itu anak saya sebenarnya sempat enggak mau diajak pas ada rombongan ziarah karena pelaku juga ikut. Tapi karena dipaksa, anak saya akhirnya ikut,” ucapnya.

BACA :  Pandemi Corona, Open House di Pendopo Bupati Lebak Ditiadakan

“Nah, anak saya cerita di sana si RT ini maksa supaya begituan. Anak saya dibawa dulu ke tempat sepi supaya enggak ada yang lihat,” katanya menambahkan.

Setelah mendapat pengakuan dari Melati, Badrudin mencoba untuk menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan bersama aparat kelurahan setempat. Namun hingga sekarang, oknum RT ini tak kunjung memperlihatkan itikad baik atas kelakuannya tersebut.

Hingga akhirnya, Badrudin memilih untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan sang oknum RT ke Unit PPA Polres Metro Kota Tangerang.

“Enggak ada itikad baiknya sama sekali. Makanya saya laporin aja ke polisi atas arahan lurah dan pejabat setempat,” pungkasnya.

Hingga berita publish BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi pihak kepolisian.

Editor: Fariz Abdullah



Rifat Alhamidi memulai karir sebagai jurnalis pada sejumlah media massa di Banten. Di masa kuliahnya, pria kelahiran Pandeglang ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Dia memiliki ketertarikan pada dunia sosial dan politik.

Terpopuler