Connect with us

Advertorial

Orangtua yang “Gw Banget” bagi Anak-anaknya Jadi Kunci Utama Keluarga Gembira selama Pandemi Corona

Published

on

Talk show bertajuk “Mengajak Anak-anak Bergembira di Masa Pandemi” yang digelar Satgas Covid-19 di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Minggu, 4 Oktober 2020.(tangkap layar YouTube BNPB Indonesia)

Jakarta – Tujuh bulan masa pandemi Corona atau Covid-19, telah memaksa setiap keluarga menjalani kebiasaan-kebiasaan baru. Mereka dituntut mampu menghadirkan suasana gembira setiap hari, terutama bagi anak-anak mereka.

Psikolog yang juga Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan, suasana gembira dan nyaman bagi anak merupakan kunci utama agar keluarga mampu menyiasati perubahan situasi selama pandemi.

Hal tersebut diungkapkan–Kak Seto–sebutan populernya, saat menjadi narasumber dalam talk show bertajuk “Mengajak Anak-anak Bergembira di Masa Pandemi” yang digelar Satgas Covid-19 di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Minggu, 4 Oktober 2020.

BACA :  Cerita Masitah, Ibu Muda di Pelosok Lebak Ditandu Warga Bersama sang Bayi usai Melahirkan

“Kalau kita katakan menyiasati perubahan situasi, jadi situasi berubah. Setiap orang punya daya adaptasi (yakni) kemampuan untuk menyesuaikan diri,” kata Kak Seto.

“Jadi karena situasi berubah, orangtua harus berani berubah. Berubah menjadi lebih tenang, lebih sabar, lebih gembira, lebih kreatif, lebih penuh rasa syukur dan sebagainya,” sambungnya.

Dengan berubah menjadi seperti itu, lanjut Seto, maka orangtua telah memposisikan menjadi sahabat bagi anak-anak. Karena masa pandemi telah merampas kebersamaan anak-anak dengan teman-temannya di sekolah.

“Kita tahu anak-anak biasa bergembira dengan teman-temannya (di sekolah), tiba-tiba sekarang harus di rumah,” ujarnya.

Menurut Seto, jika saat ini orangtua memposisikan sebagai boss, sebagai komandan yang main perintah, anak-anak pasti lama-lama tak akan betah di rumah.

BACA :  Korpri Lebak Bedah Rumah Janda Tua di Cibadak; RTLH Masih Banyak, Pemerintah Tak Bisa Sendiri

“Tapi harus bisa anak-anak berpendapat (istilah anak ABG) ‘bokap nyokap itu gw banget’ artinya harus bisa ngerti perasaan anak. Jadi bersahabat, berdiskusi. Jadi anak nyaman di rumah. Mungkin itu kunci utamanya,” terangnya.

Sementara itu, Dewi Alfian, salah satu orangtua mengungkapkan, saat awal-awal masa pandemi Corona, anak-anaknya di rumah sempat merasakan bosan.

“Tapi kemudian saya membebaskan mereka. Terserah mereka mau melakukan apa saja yang penting positif,” ungkapnya.

Dewi menjelaskan, karena Anabelle, anaknya, memiliki hobi bernyanyi, maka dia memberikan keluasaan supaya dia terus menyalurkan hobinya.

“Dia ikut challenge. Nah itu membuat dia semangat lagi. Anak-anak suka tantangan,” terangnya.

Challenge yang dimaksud Dewi, digelar oleh Roedyanto, Bassist Emerald BEX yang juga Produser Musical “Cerita dalam Lagu”. Challenge tersebut mengajak para remaja menyanyikan lagu anak yang belum pernah dipublikasikan. (Advertorial)

BACA :  Curhat Orang Tua Murid di Kab. Tangerang; Sudah Mau Normal, Eh Sekolahnya Disegel Ahli Waris



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler