Connect with us

Berita Terbaru

684 Anggota Polisi ‘Ikut Ngawal’ Unjuk Rasa Buruh soal Penolakan UU Omnibuslaw di Kota Cilegon

Published

on

Anggota Kepolisian saat mengawal aksi unjuk rasa di Kota Cilegon. (BantenHits.com/Iyus Lesmana)

Cilegon- Sedikitnya 684 anggota polisi dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa buruh tentang penolakan UU Omnibuslaw di Kota Cilegon, Selasa, 6 Oktober 2020. Mereka merupakan anggota gabungan Polres Cilegon, Sat Brimob Polda Banten, Direktorat Sabhara Polda Banten dan Polres Pandeglang.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengungkapkan pengawalan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh personel gabungan bertujuan untuk menciptakan kondusifitas suasana pada saat jalannya aksi unjuk rasa di Kota Baja.

“684 personel terdiri dari Polres Cilegon, BKO Sat Brimob Polda Banten 90 personel, Direktorat Sabhara Polda Banten 30 personel, BKO Dari Pandeglang 60 personel. Dalam hal ini Polres mengamankan aksi damai buruh menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja,”kata Sigit.

BACA :  Senangnya Lihat Keceriaan Anak-anak Mualaf Baduy di Acara Santunan LAZ Harfa Banten dan Perkumpulan Al Ikhlas

Unjuk rasa para buruh yang tergabung di beberapa serikat dilakukan di masing-masing perusahaan yang tersebar di tiga titik wilayah di Kota Cilegon seperti Ciwandan, Merak dan kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC)

“Unjuk rasa dilakukan di depan masing-masing perusahaan, yang unjuk rasa perwakilan dari para buruh mereka melakukan orasi dan pernyataan sikap terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja,”ujarnya.

“Perlu di perhatikan kami sudah berkoordinasi dengan serikat buruh untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan cara memaikai masker jaga jarak dan cuci tangan saat melakukan unjuk rasa,”tambah Sigit.

Editor: Fariz Abdullah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler